Kompas.com - 03/04/2019, 10:46 WIB
Makam hewan peliharaan di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan di lokasi ini. Selain tempat pemakaman, tempat ini juga memiliki shelter dan krematorium untuk hewan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMakam hewan peliharaan di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Terdapat sekitar 700 makam hewan peliharaan di lokasi ini. Selain tempat pemakaman, tempat ini juga memiliki shelter dan krematorium untuk hewan.

 JAKARTA, KOMPAS.com – “Nyolong McD-nya Ibu, nyolong donut, nyolong roti tawar ... Nyolong hati kita. Jojo (2006-2015). Sahabat, keluarga, see you in heaven buddy,” demikian kalimat yang tertulis dalam batu nisan berukuran mungil.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Unyil. Thanks for guarding our family. Love, bunda & K’Sheba,” kalimat yang tertulis di nisan lainnya disertai foto seekor anjing yang tampak menggemaskan.

Kalimat-kalimat terebut tentunya tak lazim ditemui di nisan-nisan pada umumnya. Namun kalimat-kalimat semacam itu terpahat di ratusan makam satwa di komplek Taman Makam Satwa Pondok Pengayom Satwa yang terletak di Jalan Harsono, Ragunan, Jakara Selatan.

Tak hanya kalimat-kalimatnya, sebagian batu nisan di taman makam ini juga memiliki bentuk yang tak kalah unik. Mulai dari bentuk kepala kelinci, bulat, hingga dihiasi foto hewan peliharaan yang terkubur di makam tersebut.

Layaknya taman makam pada umumnya, ratusan batu nisan di tempat ini tertata rapi. Pepohonan dan rumput sengaja ditanam di sekitar nisan sehingga menambah keindahan Taman Makam Satwa.

Pondok Pengayom Satwa letaknya tak jauh dari Kebun Binatang Ragunan. Taman makam satwa yang terletak di halaman shelter ini dapat menjadi pilihan wisata menarik setelah Anda berlibur ke Kebun Binatang Ragunan.

Taman Makam Satwa di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Taman Makam Satwa di Pondok Pengayom Satwa, Ragunan, Jakarta Selatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wisata Edukatif

Hadi Wibowo, seorang dokter hewan Pondok Pengayom Satwa mengatakan, taman makam satwa tersebut terbuka untuk umum dan gratis. 

“Biasanya kelompok siswa-siswi TK begitu berkunjung ke taman makam itu. Jadi berwisata sambil belajar mengenai cara merawat hewan peliharaan,” ujar Hadi saat ditemui Kompas.com, Selasa (2/4/2019).

Tak hanya dapat mengunjungi makam satwa, di tempat ini pengunjung dapat melihat proses pemeliharaan hewan hingga proses kremasi atau penguburan hewan yang telah mati.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

PPKM Level 2, Persiapan Nataru, dan Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Travel Update
Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Dua Negara Tetangga Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Ikut?

Travel Update
Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.