Event Pariwisata di Daerah Bencana Diharapkan Bantu Memulihkan Infrastruktur

Kompas.com - 08/04/2019, 12:00 WIB
Beragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang disebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong. Dok. Rully NasutionBeragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang disebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong.

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Ahli Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuty mengatakan, kehadiran event di daerah terdampak bencana bisa membantu memulihkan infrastruktur.

Esthy merujuk pengalaman Kemenpar terkait upaya memulihkan sektor pariwisata di daerah bencana dengan membangkitkan sumber ekonomi.

Dengan demikian, fasilitas publik yang telah rusak bisa segera diperbaiki.

Kemenper juga mendirikan semacam crisis center guna mempercepat pemulihan dampak bencana.

"Contoh dari pengalaman bencana seperti kejadian di Sumatera Barat, di Bali. Event-event ini mendorong juga untuk mempercepat pemulihan infrastruktur," katanya di Gedung Kemenpar, Jakarta, Jumat lalu.

Menurutnya, sejumlah daerah di Togean, Banggai, dan Tomini memiliki potensi untuk menggelar acara pariwisata, sekaligus meraup keuntungan ekonomi.

Tak jarang juga, gelaran event itu turut mengundang perhatian turis mancanegara segingga spendingnya akan lebih besar.

Sementara, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah, Siti Norma mengatakan, pembenahan infrastruktur saat ini berjalan.

Pariwisata pun tetap berjalan, kecuali kota Palu yang terkena musibah tsunami beberapa waktu lalu.

"Sekarang ini sedang pembenahan jalan, jembatan, dan sarana lainnya," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X