Lombok Jadi Destinasi Wisata Halal Terbaik di Indonesia Versi IMTI 2019

Kompas.com - 08/04/2019, 19:05 WIB
Wisatawan kapal pesiar Aida Vita Cruise tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, Minggu (3/2/2019). Sebanyak 1170 wisatawan asing asal Jerman melakukan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di Lombok seperti Gili Trawangan, Mandalika, Taman Mayura dan Sekotong sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDIWisatawan kapal pesiar Aida Vita Cruise tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, Minggu (3/2/2019). Sebanyak 1170 wisatawan asing asal Jerman melakukan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di Lombok seperti Gili Trawangan, Mandalika, Taman Mayura dan Sekotong sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lombok menduduki peringkat pertama pariwisata halal Indonesia versi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019. Peringkat ini diumumkan oleh CEO Crescent Rating dan Halal Trip, Fazal Bahardeen di Gedung Kementerian Pariwisata Indonesia, Senin (8/4/2019).

Peringkat kedua diduduki oleh Aceh, peringkat ketiga Kepulauan Riau, peringkat keempat DKI Jakarta, dan peringkat kelima Sumatera Barat.

Adapun tahun ini merupakan tahun kedua penerapan standar global GMTI dalam menilai kinerja destinasi pariwisata halal unggulan di Indonesia.

Sebanyak 10 destinasi pariwisata halal unggulan Indonesia dinilai dengan menggunakan standar ini. Selain lima provinsi yang masuk peringkat 5 besar, ada 5 provinsi lain yang masuk dalam daftar 10 destinasi pariwisata halal unggulan yaitu Yogyakarta, Jawa Barat, Malang Raya, Jawa Tengah, serta Makasar.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, penilaian IMTI 2019 mengacu pada standar global GMTI yang mengadopsi empat kriteria yang meliputi Access, Communication, Environment, dan Services (ACES) yang masing-masing kreteria terdiri dari tiga komponen.

"Untuk access terdiri atas visa requirements, air connetivity, transport infrastructure. Komponen communication terdiri atas outreach, ease of communication, dan digital presence. Kemudian komponen environment terdiri atas safety and culture, visitor arrivals, dan enabling climate. Sedangkan komponen services terdiri atas core needs (halal food and prayers) core services (hotels, airports), dan unique experiences," paparnya.

Menurutnya dalam penilaian ini Kemenpar RI tak melakukan intervensi apapun, termasuk dalam penetapan Lombok sebagai peringkat pertama pariwisata halal unggulan Indonesia.

"Jadi kami hanya membantu pemerintah daerah untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Kalau ada yang lupa kami ingatkan. Lombok menduduki peringkat pertama karena memenuhi aspek-aspek tadi," lanjutnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, Indonesia sebagai salah satu negera yang diperhitungkan dalam industri pariwisata halal dunia.

Oleh karena itu, sebagai pemain global atau global player Indonesia harus menggunakan standar global (global standard) yakni IMTI 2019 yang mengadopsi standar GMTI.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X