Kompas.com - 09/04/2019, 16:04 WIB
Anggota tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban pendaki Gunung Rinjani asal Makassar, Muhammad Ainul Takzim, di Pelawangan Sembalun, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). Muhammad diduga meninggal dunia karena tertimpa longsor bebatuan akibat gempa yang melanda Lombok pada Minggu lalu ketika beranjak dari Danau Segara Anak, Gunung Rinjani. ANTARA FOTO/HUMAS SAR MATARAMAnggota tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban pendaki Gunung Rinjani asal Makassar, Muhammad Ainul Takzim, di Pelawangan Sembalun, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). Muhammad diduga meninggal dunia karena tertimpa longsor bebatuan akibat gempa yang melanda Lombok pada Minggu lalu ketika beranjak dari Danau Segara Anak, Gunung Rinjani.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Mendaki gunung menjadi salah wisata petualangan yang populer di Indonesia. Namun sayangnya, kecelakaan dalam pendakian kerap terjadi di Indonesia.

Menurut data yang dihimpun Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau yang dikenal dengan BASARNAS, keselakaan pendakian mengalami peningkatan dalam empat tahun terakhir.

Kecelakaan terjadi karena berbagai faktor, termasuk kesalahan-kesalahan yang dilakukan pendaki itu sendiri. Berikut ini Kompas merangkum 5 kesalahan berakibat kecelakaan yang sering dilakukan pendaki.

1. Tak paham upaya pertolongan pertama

Pendapat pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan, Keselamatan, Keamanan Federasi Mounteneering Indonesia (FMI) dr. Iqbal El Mubarok. Menurutnya tak pahamnya para pendaki terhadap teknik pertolongan pertama ketika terjadi kendala pendakian menjadi salah satu kesalahan yang dapat berakibat fatal.

“Jadi yang pertama tak pahamnya pendaki terhadap pertolongan pertama, terutama untuk dirinya sendiri dulu. Artinya ketika gunung dengan tinggi 2.500 (mdpl) sudah masuk itu pentingnya mengetahui apa risiko yang akan terjadi seperti hipotermia dan lain-lain,” ujar Iqbal.

Pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi, Suharti (kanan), berpelukan dengan adiknya setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Lapangan Sembalun Lawang, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). Tiga orang pendaki yang terjebak akibat gempa berhasil dievakuasi menggunakan helikopter.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Pendaki Gunung Rinjani yang sempat terjebak longsor akibat gempa bumi, Suharti (kanan), berpelukan dengan adiknya setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Lapangan Sembalun Lawang, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7/2018). Tiga orang pendaki yang terjebak akibat gempa berhasil dievakuasi menggunakan helikopter.

4. Kurang keterampilan

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Ade Wahyudi mengatakan, kesalahan kedua yang kerap menjadi penyebab kecelakaan pendakian adalah kurangnya keterampilan yang dimiliki pendaki tersebut.

“Jadi kurang terampilnya pendaki menyiapkan peralatan, fisik, terutama mental. Skill menyelesaikan kendala itu juga penting, jadi ada skill, knowledge,” paparnya.

3. Mengedepankan ego

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.