Indonesia Bisa Kalahkan Malaysia Jadi Destinasi Wisata Halal Nomor 1 di Dunia, asal...

Kompas.com - 09/04/2019, 17:07 WIB
Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto diambil Kamis (22/3/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIPerkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Foto diambil Kamis (22/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan Indonesia tahun ini menempati ranking pertama sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia versi GMTI ( Global Muslim Travel Index).

Adapun saat ini Indonesia ini berada di ranking ke-2 bersama Uni Emirat Arab (UEA). Sementara, peringkat pertama diduduki oleh Malaysia.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan, target ini mungkin dicapai Indonesia asal mampu menyeimbangkan kedudukannya dengan Malaysia dalam beberapa hal atau melakukan benchmarking.

Pertama adalah mengenai airport accessibility. Menurut Riyanto, Indonesia posisinya masih berada di bawah Malaysia mengenai hal ini.

“Ini yang saya pikir pihak Kemenpar sudah banyak improvement-nya dalam hal seat capacity untuk wisman (wisatawan mancanegara) yang ingin berkunjung ke Indonesia, dan juga termasuk berkunjung ke destinasi wisata halal. Airport accessibility sekitar 56 tahun 2018 kemarin, Malaysia ada di angka 71, kemudian di UAE ada sekitar 92-an, itu yang perlu kita perbaiki,” papar Riyanto di gedung Kemenpar, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Hal kedua yang harus menjadi perhatian Kemenpar menurut Riyanto adalah mengenai infrastruktur.

“Kemudian access infrastructure, saya pikir ini masalah data saja. Karena kembali lagi infrastruktur sudah sangat banyak dilaksanakan di pemerintah saat ini,” lanjutnya.

Riyanto melanjutkan, hal lain yang harus menjadi perhatian adalah enabling climate yang juga mencakup mengenai ketersediaan sumberdaya yang memadahi yang dapat mengakomodasi kebutuhan para wisatawan halal tersebut.

“Ini yang harus kita kejar yang menurut saya ini adalah yang zaman sekarang sudah zaman industri 4.0. Misalnya juga otomatis wifi adalah suatu keharusan, yang dibutuhkan oleh wisatawan mancanegara baik muslim maupun yang lainnya,” kata dia.

Hal terakhir yang perlu menjadi perhatian adalah mengenai service atau pelayanan kepada wisman. Riyanto mengatakan, service ini juga mencakup pada tersedianya hotel dan restoran yang mampu mengakomodir kebutuhan wisman muslim.

Menurut Riyanto, Kemenpar telah mengupayakan banyak hal terkait hal ini termasuk mengadakan kompetisi hotel dan restoran halal tingkat nasional. Menurutnya dengan adanya kompetisi ini semakin banyak restoran dan hotel yang mengupayakan sertifikasi halal.

“Kita tinggal mengacu ke benchmark. Kita bandingkan berapa nilai kita dan dimana kita harus improve dan di situ kita akan kerjakan,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Cara Buat Paspor Masih Sama, Wajib Daftar Online Sebelum ke Kantor Imigrasi

Travel Tips
Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru, Wajib bagi Calon Pendaki

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Pendakian Gunung Semeru Dibuka 1 Oktober 2020, Perhatikan 14 Poin Ini

Travel Tips
Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Pendakian Gunung Semeru Buka Kembali 1 Oktober, Hanya 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Taman Benyamin Sueb, Kilas Balik Perjalanan Karier Budayawan Betawi

Jalan Jalan
Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Strawberry Rock, Spot Alternatif Memburu Golden Sunset di Labuan Bajo

Jalan Jalan
Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Ada Kuil untuk Boneka yang Terlupakan di Jepang, Berani Masuk?

Jalan Jalan
Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Island of the Dolls di Meksiko, Pulau Seram Penuh Boneka dengan Cerita Pilu

Jalan Jalan
Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Pollock's Toy Museum di Inggris, Ada Boneka Beruang Tertua di Dunia

Jalan Jalan
Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Riung Priangan: Imbauan Tunda ke Jabar Berdampak Negatif bagi Perhotelan

Whats Hot
Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Ini Usulan Asosiasi Hotel di Bandung terkait Imbauan Orang Jakarta Tunda ke Jabar

Whats Hot
Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Dampak PSBB Jakarta, Hotel di Bandung Kehilangan Pasar MICE

Whats Hot
Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Sebelum Naik TN Kelimutu, Nikmati Situs Sejarah Pesanggrahan Belanda

Whats Hot
Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Tindak Lanjuti Aktivasi Wisata Wae Rebo, BOPLBF Laksanakan Gerakan BISA

Whats Hot
Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Asosiasi Sebut Hotel di Bandung Aman, Terapkan Protokol Kesehatan

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X