Mengenal Sejarah Proses Pembuatan Kain Tenun di Sikka Flores

Kompas.com - 14/04/2019, 14:05 WIB
Tadeus Tara, seorang penjual kain tenun asal Kecamatan Mapitara di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/4/2019). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISTadeus Tara, seorang penjual kain tenun asal Kecamatan Mapitara di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/4/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com - Kain tenun merupakan salah satu dari dari sekian warisan nenek moyang di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang dibuat secara tradisional. Meski dibuat secara tradisional, kain tenun sikka dengan beragam motif itu memiliki nilai seni yang tinggi, cantik, dan indah.

Proses pembuatan kain tenun warisan budaya di Sikka ini melewati sejumlah tahap yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.  Untuk menghasilkan satu kain tenun, penenun membutuhkan kesabaran dan ketekunan.

Selasa (9/4/2019), Kompas.com berhasil menemui salah seorang penjual tenun di Pasar Alok bernama Tadeus Tara (66), asal Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka.

Baca juga: Melirik Cantiknya Kain Tenun Tana Ai di Sikka Flores

Tadeus adalah seorang penjual kain tenun terbesar di Pasar Alok Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.

Menurut Tadeus, sebagai warga Sikka, ia belajar melestarikan warisan nenek moyang, termasuk mempelajari sejarah tentang kain tenun adat Sikka.

"Kita sebagai generasi penerus jangan hanya bisa jual, tetapi harus memahami sejarah kain tenun sikka. Ini bagian dari kita menghargai warisan leluhur. Saya sejak 6 tahun lalu jual tenun. Selama itu juga saya belajar sejarah berdasarkan penuturan dari tua-tua adat. Saya tulis dan bukukan, meskipun itu hanya tulisan tangan," ujar Tadeus kepada Kompas.com di Pasar Alok.

Baca juga: Motif Mata Manuk di Tenun Sulam Flores Barat

Hasil penuturan orang tua yang disarikan dalam buku yang ia tuliskan, sejarah pembuatan kain tenun sikka bahwa pada zaman dahulu (batu purba) di Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Flores ada 3 perempuan bernama dua Hale, dua Koting dan dua Mehan.

Ketiganya bekerja sebagai petani kapas. Lalu, ketiga perempuan ini bersama suami berunding untuk melakukan proses tenun dengan mengolah kapas jadi benang. Kemudian dari benang menjadi sehelai kain tenun.

Baca juga: Berkunjung ke Sentra Tenun Sulam Rana Tonjong di Flores Barat

Setelah berunding, mereka langsung merancang alat-alat pembuatan kain tenun, mulai dari proses kapas jadi benang, proses pewarnaan, motif, kemudian dari benang jadi sehelai kain tenun.

Penjual kain tenun asal Kecamatan Mapitara di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/4/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Penjual kain tenun asal Kecamatan Mapitara di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/4/2019).
Pertama, mereka membuat sebuah alat tradisional yang namanya Ngeung atau Keho. Alat ini terbuat dari kayu. Keho berfungsi untuk memisahkan biji dengan kapasnya. Prosesnya dimulai dari mengeluarkan kapas putih, tangan kanan menggerakkan alat pemutar, sementara tangan kiri memasukkan kapas di antara 2 kayu bulat yang melintang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Travel Tips
Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X