Tiga Sawah Jaring Laba-laba di Lembah Ranggu-Kolang Flores Barat (4)

Kompas.com - 16/04/2019, 12:15 WIB
Persawahan Lingko Marang berbentuk Jaring Laba-Laba di Kampung Tado, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Flores, NTT, Minggu, (31/3/2019). Ini merupakan salah satu destinasi wisata alam di Lembah Ranggu-Kolang Flores Barat.  KOMPAS.com/MARKUS MAKURPersawahan Lingko Marang berbentuk Jaring Laba-Laba di Kampung Tado, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Flores, NTT, Minggu, (31/3/2019). Ini merupakan salah satu destinasi wisata alam di Lembah Ranggu-Kolang Flores Barat.

KOLANG, KOMPAS.com — Tiga destinasi sawah jaring laba-laba yang masih tersembunyi di Lembah Ranggu-Kolang di Flores Barat, Nusa Tenggara Timur belum terkenal seperti sawah jaring laba-laba di perkampungan Cara, Kecamatan Ruteng di Kabupaten Manggarai dan di pinggir jalan di Transflores Labuan Bajo-Ruteng, tepat di persawahan Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Persawahan jaring laba-laba di perkampung Cara dan Lembor menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat yang akses jalannya berada di Jalan Transflores Ruteng-Labuan Bajo dan sebaliknya yang selalu dikunjungi wisatawan mancanegara maupun Nusantara.

Baca juga: Jatiluwih di Bali yang Dikunjungi Obama Bukan Sawah Biasa

Di balik destinasi yang sangat terkenal sampai di seluruh Eropa dan Asia ini masih ada kawasan lain di bagian utara Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki kearifan lokal yang sama dalam sistem pembagian lahan persawahan maupun lahan kering di kawasan Lembah Ranggu-Kolang.

Nenek moyang orang Kolang menyebutnya “Uma Lingko” atau sawah lingko yang didalamnya ada sistem lodok. Sawah lingko merupakan sawah komunal dari sistem pembagiannya dengan sistem lodok yang dimiliki oleh masing-masing orang di kampung adat tersebut.

Baca juga: Mempromosikan Persawahan Lingko Lodok Manggarai di Flores

Inilah tiga sawah jaring laba-laba atau sawah lodok di Lembah Ranggu-Kolang untuk menanam padi. Sementara ada juga lodok dalam lahan kering yang sudah tak terlihat karena tanaman holtikultura, seperti cengkeh, kopi, kakao, jeruk dan berbagai tanamannya.

Persawahan Lingko Marang berbentuk jaring laba-laba di kampung Tado, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Flores, NTT, Minggu (31/3/2019). Ini salah satu destinasi wisata alam di Lembah Ranggu-Kolang Flores Barat.KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Persawahan Lingko Marang berbentuk jaring laba-laba di kampung Tado, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Flores, NTT, Minggu (31/3/2019). Ini salah satu destinasi wisata alam di Lembah Ranggu-Kolang Flores Barat.

1. Lingko Marang

Persawahan Lingko Marang ini berada tak jauh dari Kampung Tado, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat. Di dalam Lingko Marang itu ada 13 Moho atau Lodok dengan luas diperkirakan 15 hektar.

Ketua RT 04/RW 03 di Kampung Tado, Bernabas Maja kepada Kompas.com di Kampung Tado, Minggu (31/3/2019) menjelaskan, persawahan Lingko Marang merupakan persawahan contoh pertama di kawasan Kolang yang dirintis oleh Guru SDK Ranggu II, Almarhum Damasus Agar, asal Kampung Ndighes di Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Sensasi Menikmati Makanan di Restoran Tengah Sawah

Maja menjelaskan, guru Damasus merupakan guru Agama Katolik pertama di SDK Ranggu II sekaligus Kepala Guru Agama Katolik di wilayah Kolang. Saat itu Pastor di Paroki Ranggu adalah Pater Mensen, SVD asal Negeri Belanda.

“Saat patroli di kampung-kampung di seluruh wilayah Kolang, Guru Damasus melihat salah satu lokasi di Kampung Tado yang sangat cocok untuk dibuka lahan persawahan. Jadi persawahan Lingko Marang merupakan persawahan contoh pertama di wilayah Kolang,” jelasnya.

Baca juga: Melirik Cantiknya Kain Tenun Tana Ai di Sikka Flores

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X