3 Kuliner Wajib Santap saat Liburan ke Kalimantan Barat

Kompas.com - 17/04/2019, 11:00 WIB
Sejumlah nelayan penerima bantuan konverter kit bahan bakar gas di pesisir pantai Singkawang, Kalimantan Barat (21/10/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANSejumlah nelayan penerima bantuan konverter kit bahan bakar gas di pesisir pantai Singkawang, Kalimantan Barat (21/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com – Berlibur di Kalimantan Barat rasanya tak lengkap jika belum mengunjungi Sungai Kapuas atau Kapuas Bahuang yang merupakan aliran sungai terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas membentang jauh dengan total panjang 1.143 km.

Namun, Kalimantan Barat bukan hanya sekadar Sungai Kapuas. Banyak eksotisme lainnya yang bisa wisatawan temui di sini, mulai dari tempat wisata, kebudayaan, hingga eksplorasi kuliner daerah yang menggugah selera.

Berikut ini beberapa cemilan yang bisa wisatawan menyantap jika berlibur ke Kalimantan Barat:

1. Chai Kwe

Chai Kwe atau Choi Pan yang sudah siap disantap. Penganan asli Singkawang, Kalimantan Barat ini terasa lebih nikmat jika dinikmati selagi masih panas.KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Chai Kwe atau Choi Pan yang sudah siap disantap. Penganan asli Singkawang, Kalimantan Barat ini terasa lebih nikmat jika dinikmati selagi masih panas.
Jika Anda melipir ke Singkawang, Kalimantan Barat, jangan lupa mencicipi kuliner khas  bernama chai kwe atau lebih dikenal dengan nama choi pan (dalam bahasa Khek).

Makanan ini berbahan dasar tepung beras dan tampilannya sekilas mirip pastel. Bedanya, pastel harus digoreng terlebih dahulu untuk kemudian dihidangkan. Sedangkan chai kwe perlu dikukus beberapa saat sebelum disajikan.

Baca juga: Mampir ke Kalimantan Barat, Yuk Cobain Bubur Sambas

Tempat yang menjual chai kwe salah satunya di rumah miliki ibu Akie yang terletak di daerah Sakok, Kecamatan Singkawang Selatan, kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Akie manawarkan tiga variasi dari chai kwe buatannya, yaitu bengkuang, talas, dan kuaci yang dibalut dengan kulit tipis dari tepung beras. Bawang putih goreng melengkapi sajian di atasnya.

Harga untuk satu buah chai kwe dijual Rp 1.500. Akie mulai melayani konsumen mulai pukul 13.00 sampai 19.00 WIB.

2. Kerupuk Basah

Kerupuk basah saat masih berada di dalam panci pengukusan. Penganan khas Kapuas Hulu, Kalbar ini paling enak dinikmati selagi masih hangat.KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Kerupuk basah saat masih berada di dalam panci pengukusan. Penganan khas Kapuas Hulu, Kalbar ini paling enak dinikmati selagi masih hangat.

Anda berencana mengunjungi Putussibau, Kalimantan Barat? Panganan satu ini cocok menjadi cemilan ketika lapar atau hanya sekadar iseng ingin mencicipi jajanan.

Kerupuk basah, sebuah cemilan khas di kota Putussibau ini berbahan dasar ikan air tawar. Bahan dasar itu dipilih lantaran daerah tersebut merupakan penghasil air tawar terbesar di Kalimantan Barat.

Kerupuk basah sekilas mirip dengan pempek khas Palembang. Bentuknya lonjong memanjang dengan panjang berkisar 15 sampai 25 sentimeter dengan diameter sekitar 2-3 sentimeter.

Baca juga: Kota Singkawang Tuan Rumah Festival Seni Budaya Melayu XI Kalimantan Barat

Kerupuk basah biasanya memiliki dua varian rasa unggulan, yakni ikan toman dan ikan belida.  Panganan ini disajikan bersama dua jenis sambal cabai yang menggugah selera pecinta pedas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X