Kompas.com - 17/04/2019, 13:07 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah bertahun-tahun direstorasi, salah satu bagian dari Istana Terlarang di Beijing, China, siap dibuka untuk umum pada 2020. Bagian tersebut adalah Taman Qianlong, taman yang berada di bagian Timur Laut Istana Terlarang.

Taman ini didirkan pada 1770an, sebagai lokasi rekreasi wisata kaisar. Tak tanggung-tanggung, luas taman ini mencapai dua hektar.

Terdiri dari taman bebatuan dengan konfigurasi yang rumit, empat halaman, dan lebih dari dua lusin paviliun. Taman Qianlong merupakan representasi akan kekayaan kekaisaran China saat itu.

"Mereka (China) tidak ingin bangunan yang terlihat mirip, mereka ingin bangunan asli dengan teknik yang sama (dipakai dulu). Tantangan kami untuk menemukan orang-orang yang mengetahui teknik teknik ini yang serupa dengan pembangunan untuk kaisar," kata The World Monuments Fund, Henry Ng.

Salah satu bagian Taman Qianlong. WORLD MONUMENT FUND Salah satu bagian Taman Qianlong.
Menurut World Monuments Fund bekerja sama dengan Palace Museum dalam renovasi, interior Taman Qianling juga menunjukkan akulturasi China dan Eropada pada abad ke 18.

Contohnya mural sutra Trompe l'oeil (teknik tiga dimensi memberi ilusi mata), dan chiaroscuro (teknik kontras cahaya, terang gelap pada seni).

Pada abad ke 18, China diketahui memiiki kerja sama yang baik khususnya dalam perdagangan bersama bangsa Eropa.

Salah satu bagian di Taman Qianlong, Istana Terlarang Beijing. WORLD MONUMENT FUND Salah satu bagian di Taman Qianlong, Istana Terlarang Beijing.
Namun pada 1924, setelah kaisar terakhir China dari Dinasti Qing Puyi diusir dari istana, hampir satu abad Taman Qianlong terbengkalai.

Pada 2004 rencana restorasi besar-besaran untuk Iistana Terlarang diputuskan. Pada 2016, restorasi berhasil diselesaikan pada empat halaman. Saat ini konservator fokus bekerja memperbaiki interior dan eksterior taman sampai target pembukaan pada 2020. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.