Kisah Asam Urat dan Penangkalnya di Desa Sentra Emping Belinjo Magetan

Kompas.com - 19/04/2019, 20:10 WIB
Wiwik dan produk keripik kulit belinjo yang dipercaya masyarakat mampu menetralisir asam urat usai menyantap emping belinjo. Produk emping kulit belinjo dengan label wiro laris manis di pasar, sayangnya kendala ketersediaan bahan baku membuat produk mereka masih terbatas.KOMPAS.com/SUKOCO Wiwik dan produk keripik kulit belinjo yang dipercaya masyarakat mampu menetralisir asam urat usai menyantap emping belinjo. Produk emping kulit belinjo dengan label wiro laris manis di pasar, sayangnya kendala ketersediaan bahan baku membuat produk mereka masih terbatas.


MAGETAN, KOMPAS.com - Tangan kanan Robinatun (38), warga Desa Purwosari, Kabupaten Magetan, Jawa Timur terlihat cekatan memposisikan buah belinjo yang masih panas di atas batu kali lebar yang digunakan sebagai alas.

Sepersekian detik kemudian sebuah batu memanjang yang dipegang tangan kirinya menggencet butiran putih bersih belinjo tersebut menyatu dengan belinjo lainnya yang sudah duluan digepengkan.

Untuk membuat satu keping belinjo sebesar telapak tangan dibutuhkan setidaknya 5 hingga 6 biji buah belinjo. Di Desa Purwosari yang berpenduduk hampir 5.000 jiwa tersebut, hampir separuh penduduknya berprofesi sebagai perajin emping belinjo.

Baca juga: Menteri Rini Borong Oleh-oleh di Banyuwangi

Kepala Desa Purwosari, Rojab mengatakan, keahlian membuat emping belinjo sudah turun temurun dari orang tua mereka.

"Desa sini memang menjadi sentra pembuatan emping belinjo sejak dulu. Rasa emping buatan warga sini beda dengan emping buatan daerah lain," ujarnya ditemui di Balai Desa Purwosari, Kamis (18/4/2019).

Untuk membuat sekeping emping belinjo, menurut Robinatun, dibutuhkan proses yang cukup rumit. Dari buah belinjo yang masih memiliki kulit luar harus dibersihkan dan dikupas kulitnya, proses berikutnya adalah membersihkan kulit keras yang melindungi daging belinjo dengan cara disangrai (digoreng tanpa minyak) atau dengan mesin pemisah kulit.

Baca juga: 6 Oleh-oleh yang Bisa Dibeli saat Liburan ke Flores NTT

Setelah daging buah belinjo terlepas dari cangkang buah, buah belinjo yang masih memiliki kulit ari kemudian direndam hingga kulit ari buah terkelupas. “Prosesnya masih ditiriskan lagi selama seminggu agar kadar air belinjo berkurang. Baru setelah itu digoreng pakai pasir dan diproses jadi emping belinjo,” katanya.

Jelang Ramadan, Harga Belinjo Melonjak Naik

Sayangnya 2 bulan terakhir Robinatun hanya mampu menghasilkan 3 hingga 5 kilogran emping belinjo dalam sehari. Harga buah belinjo yang meroket membuat perajin emping belinjo Desa Purwosari kesulitan mendapatkan bahan baku. “Biasanya 12 ribu, sekarang sudah 20 ribu, itu pun barangnya sulit didapat,” katanya.

Selain buah belinjo, kulit buah belinjo yang biasanya hanya seharga Rp 5.000 saat ini juga ikut melonjak naik menjadi Rp 12.000.

Halaman:



Close Ads X