Kompas.com - 22/04/2019, 10:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat bersantap di restoran yang menyajikan hidangan China atau peranakan, tentu Anda tidak asing dengan bentuk mejanya. Bundar dengan diameter sekitar dua meter, kemudian di tengahnya terdapat papan bundar dengan diameter lebih kecil dan dapat diputar. 

Jangan salah, ternyata papan bundar di tengah meja yang dapat berputar ini punya nama. Namanya Lazy Susan, banyak juga yang memanggilnya dumb waiter. Usut punya usut, Lazy Susan bukanlah budaya asli China, tetapi menyebar sampai hampir ke seluruh Asia. 

"Pada awal 1900an, Lazy Susan atau dikenal sebagai dumb waiter (pelayan bisu) bukan hanya sebatas papan putar di atas meja, tetapi juga meja yang bisa diputar, dan elevator mengangkat makanan dan makanan. Tiga perangkat ini umum digunakan di Eropa dan Amerika untuk menghemat biaya pelayan yang sebenarnya," dikutip dari smithsonianmag.com. 

Versi Lain Asal Usul Lazy Susan

Selain versi menghemat biaya pelayan, versi lain menyebutkan Lazy Susan sebenarnya diciptakan oleh Presiden AS Thomas  Jefferson pada abad ke 18. Kala itu anak perempuan Jefferson bernama Susan sering mengeluh jika selesai makan ia tidak pernah kenyang. Lantaran ketika piring lauk dioper terakhir kepadanya, semua lauk hampir habis. 

Ada juga versi yang menyebutkan nama Susan lahir karena konsonan yang mirip dengan Lazy, sehingga menjadi alat marketing yang baik. Meski sulit untuk menelisik asal usul Lazy Susan, hal yang dapat dipastikan meja ini bukan berasal dari China. 

Ilustrasi meja kayu putar kuno di China untuk membantu karakter Bahasa Mandarin. smithsonianmag Ilustrasi meja kayu putar kuno di China untuk membantu karakter Bahasa Mandarin.

Di China sendiri sebenarnya ada meja putar kuno. Sebuah buku tentang pertanian China berusia 700 tahun, mencatat seorang pejabat bernama Wang Zhen menciptakan meja yang dapat berputar.

Namun meja ini untuk membantunya mengorganisasi ribuan karakter dalam Bahasa Mandarin. Cara kerja ini hampir mirip dengan Lazy Susan, tetapi tidak digunakan untuk bersantap melainkan untuk ilmu pengetahuan.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.