Kompas.com - 22/04/2019, 17:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Papan putar di atas meja makan restoran China yang disebut Lazy Susan memiliki berbagai versi asal-usul atau sejarah. Namun jika ditanya, mengapa Lazy Susan bisa populer sampai ke seluruh dunia, jawabannya tidak lepas dari sebuah restoran China di San Francisco, Amerika Serikat. 

Pecinan (Chinatown) di San Francisco, Amerika Serikat adalah pusat komunitas imgran China tertua di Amerika Utara. Para imigran China menetap di sana sejak abad ke 19 dan sampai sekarang. 

Geliat bisnis berkembang di pecinan ini, salah satunya bisnis restoran sajian China. Jhonny Kan adalah salah satu imigran yang membuka restoran hidangan Kanton yang beradaptasi dengan lidah orang Amerika Serikat. Pada 1953 Kan membuka restoran bersama dua kawan lainnya China campuran Amerika Serikat.  

Baca juga: Meja Putar di Restoran China Bukan Berasal dari China, Ini Sejarahnya

Restoran Kan inilah yang menjadi restoran China pertama yang menghadirkan meja makan dengan papan putar di atasnya atau Lazy Susan. 

Seorang partner bisnis Kan, George Hall mengklaim ia mendesain sendiri bentuk Lazy Susan yang dipakai di restoran tersebut. Connie Young Yu, keponokan Hall mengatakan pamannya terinspirasi melihat perabotan selama berwisata di Inggris dan China. 

Lazy Susan papan atau kaca putar di bagian tengah yang lazim ditemui di meja makan restoran China. MyVanCity Lazy Susan papan atau kaca putar di bagian tengah yang lazim ditemui di meja makan restoran China.

Seiring berjalan waktu, reestoran Jhonny Kan  menuai popularitas tinggi. Banyak selebriti yang hadir ke restoran tersebut, termasuk kompetitor bisnis restoran China di Amerika Serikat. Hal ini membuat papan putar Lazy Susan semakin terkenal di Amerika dan sampai ke Asia. Sampai sekarang restoran Kan masih beroperasional di pecinan San Francisco. 

Pada akhirnya Lazy Susan disukai bukan hanya karena mempermudah pengunjung mengambil lauk, Lazy Susan juga punya manfaat menghemat tempat penyajian hidangan China yang disajikan sekaligus.

Terlebih, pakar kesehatan menyebutkan dengan adanya Lazy Susan maka kesehatan pengunjung lebih terjamin. Setiap lauk punya sendok lauk sendiri dan tidak perlu dioper berkeliling dari orang ke orang. Membuat lauk lebih higienis dan mencegah penularan penyakit dari makanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.