Amankah Berlibur ke Sri Lanka Pascateror Bom Paskah?

Kompas.com - 23/04/2019, 16:07 WIB
Personel keamanan Sri Lanka berjaga di luar gereja St Anthony, Kolombo yang menjadi salah satu sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019). AFP/ISHARA S. KODIKARAPersonel keamanan Sri Lanka berjaga di luar gereja St Anthony, Kolombo yang menjadi salah satu sasaran ledakan pada Minggu (21/4/2019).

KOMPAS.com - Terletak di Samudera Hindia tepatnya barat daya Teluk Bengal dan di bagian tenggara Laut Arab, Sri Lanka telah menjadi tempat yang populer bagi wisatawan asing.

Dengan sejarah sepanjang 3.000 tahun yang terdokumentasi dengan baik, Sri Lanka memiliki warisan budaya yang kaya dan tulisan Buddhis pertama yang terkenal.

Lokasi geografis dan pelabuhan yang strategis menjadikan Sri Lanka menjadi jalur yang sangat penting dalam zaman Jalan Sutra kuno hingga Jalan Sutra Maritim modern.

Di Sri Lanka Anda dapat menjelajahi perkebunan teh hijau yang rimbun, mencari teh Ceylon yang populer, hingga melintasi taman nasional Yala dengan kemungkinan dapat melihat gajah liar dan macan tutul, bahkan dapat mencicipi beragam makanan lokal di ibu kota Kolombo yang unik.

Baca juga: Sri Lanka, Destinasi Terbaik 2019 Versi Lonely Planet yang Tengah Berduka

Sayangnya, serangkaian serangan bom dahsyat yang melanda Sri Lanka selama Minggu Paskah tiba-tiba menghentikan semua kegiatan pariwisata.

Minggu Paskah awal, serangkaian teror bom terjadi di hotel-hotel mewah yaitu Shangri La, Cinnamon Grand, dan Kingsbury yang semuanya di ibu kota Kolombo serta gereja-gereja di seluruh negeri. Tragedi ini bahkan menewaskan sekitar 290 orang dan melukai ratusan korban lainnya.

Rangkaian serangan pertama terjadi di pusat komunitas Kristen minoritas di negara itu selama kebaktian Paskah di gereja-gereja di kota-kota Kolombo yaitu Negombo dan Batticaloa.

Menurut pejabat Sri Lanka yang dikutip dari situs Travel Wire Asia, serangan itu dilakukan oleh teroris jaringan internasional. Pada saat laporan ini ditulis, polisi Sri Lanka telah menangkap 24 orang dalam serangkaian penggerebekan dan kantor presiden menyatakan Sri Lanka dalam keadaan darurat nasional.

Baca juga: Lakukan Ini Saat Berada di Hotel yang Terkena Aksi Teror Penembakan

Kemudian apakah aman berkunjung ke Sri Lanka pascateror tersebut?

Saat ini, wisatawan akan menjalani pemeriksaan keamanan yang ketat jika akan mengunjungi Sri Lanka. Sri Lanka Airlines bahkan telah menyarankan penumpang dari semua maskapai untuk datang ke bandara empat jam sebelum penerbangan.

Keamanan juga ditingkatkan di seluruh Kolombo sehingga Anda harus mengalokasikan waktu untuk menjalani pemeriksaan di pos-pos keamanan.

Sementara India belum mengeluarkan peringatan kepada warganya yang berencana untuk mengunjungi Sri Lanka.

Meski demikian, maskapai India Air telah menyarankan kepada calon penumpangnya untuk melakukan penundaan penerbangan hingga 24 April 2019. Maskapai penerbangan berbiaya murah IndiGo juga telah menyarankan penundaan penerbangan hingga 30 April.

Sri Lanka juga memutuskan untuk merayakan 23 April sebagai Hari Berkabung Nasional.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X