Ingin Tahu Tempat Warga Jakarta Ajojing Tahun 70-an?

Kompas.com - 24/04/2019, 08:07 WIB
Ilustrasi hiburan malam. Philip Mackenzie/sxc.huIlustrasi hiburan malam.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada awal era Orde Baru yaitu pada akhir tahun 1960-an, tempat- tempat hiburan malam yang terhitung berkelas baru saja dikenal oleh warga Jakarta. Budaya kafe, diskotek, bar mulai bermunculan.

Salah satunya adalah La Cassa Cosindo (LCC), tempat hiburan malam yang berlokasi di salah satu pojok Lapangan Merdeka alias Lapangan Monumen Nasional. Salah satu penyanyi yang pernah tampil rutin menghibur pengunjung di sana adalah Ivo Nilakresna.

Baca juga: Merasakan Sensasi “Dunia Malam” Era 70-an di Jaya Pub Thamrin...

Pada era LCC itu pula warga Jakarta mulai akrab dengan istilah hostess, perempuan yang bekerja sebagai teman bersantai kaum lelaki pengunjung kelab malam.

Kondisi ini jauh berbeda dibanding masa sebelumnya. Saat itu hiburan malam yang sudah dikenal warga Jakarta barulah seputar berdansa dan menonton bioskop.

Live music di Jaya Pub, Thamrin, Jakarta Pusat.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Live music di Jaya Pub, Thamrin, Jakarta Pusat.
Bioskop-bioskop yang ada pun umumnya masih peninggalan zaman Belanda, seperti Garden Hall, Capitol, Grand, Globe, Rex, Cathay, Rivoli, sampai Mayestik di Kebayoran Baru. Jenis hiburan lainnya adalah berdansa, yang dilakukan di ruang-ruang dansa yang ada di berbagai sudut kota.

Baca juga: “Dulu Jaya Pub Itu Langganannya Para Pejabat dan Ekspatriat...”

Hingga akhirnya masyarakat Jakarta mulai bosan dengan kondisi itu. Dalam buku Batavia Als Handels-, Industrie-, en Woonstad (Batavia Sebagai Kota Dagang, Industri, dan Permukiman), yang diterbitkan Pemerintah Kotapraja Batavia pada 1930-an, disebutkan, pada masa itu sering ada keluhan, hidup di Batavia, nama Jakarta waktu itu sangat menjemukan karena tak memiliki banyak tempat hiburan.

Menjelang tahun 70-an, berbagai diskotek, pub, club sebagai arena ajojing pun mulai bermunculan.

Ajojing Tahun 70-an

Pada era 60-an, tempat-tempat hiburan malam biasanya hanya tersedia di dalam hotel. Pengelola Jaya Pub sekaligus putra pasangan artis senior Rima Melati dan Frans Tumbuan, Ardianto Airlangga mengatakan, hingga jelang tahun 70-an tak banyak tempat hiburan malam yang dibangun di luar hotel.

Baca juga: Nasi Goreng hingga Sate, Favorit Ekspatriat Tahun 70-an di Jaya Pub

Sebut saja Diskotek Musro yang berada di Hotel Borobudur, di dekat Lapangan Banteng, Jakarta Pusat hingga Nirwana Supperclub yang berlokasi di lantai puncak Hotel Indonesia.

Pelanggan Jaya Pub menikmati alunan live music.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Pelanggan Jaya Pub menikmati alunan live music.
“Waktu (Jaya Pub) dibangun itu kan saat-saat baru dimulainya pub-pub, restoran atau bar yang hadir di luar dari hotel. Biasanya di dalam hotel. Bukan pub ya, tempat hiburan lah,” ujar Ardianto kepada Kompas.com.

“Tempat hiburan itu biasanya di dalam hotel plus ada beberapa night club tentunya,” katanya.

Ia berkisah, saat itu Diskotek Tanah Abang Timur (Tanamur) merupakan salah satu tempat hiburan malam yang pertama kali membuka usahanya di luar hotel. Di sana warga Jakarta tahun 70-an kerap mengabiskan malam untuk ajojing dan menikmati beragam makanan dan minuman yang dijajakan.

Adapun Tanamur didirikan pada 12 November 1970  oleh seorang pengusaha muda keturunan Arab sekaligus mantan suami Ratna Sarumpaet, Ahmad Fahmy Alhady. Namun sejak tahun 2005 Tanamur sudah tak beroperasi lagi.

Meja biliar di Jaya Pub yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.Kompas.com/SHERLY PUSPITA Meja biliar di Jaya Pub yang terletak di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.
“Lalu ada juga Mini Disco zaman dulu itu cuma beberapa aja yang ada di luar. Lalu kita mulai Jaya Pub juga. Karena melihat orang-orangnya pada saat itu membutuhkan tempat-tempat (hiburan malam) yang ada di luar dari hotel,” ujarnya.

Ardianto mengatakan, setelah Jaya Pub berdiri, muncullah beragam tempat hiburan malam lainnya, diantaranya Green Pub yang dulu berada di bawah Gedung Djakarta Theater. Namun Green Pub saat ini pun sudah gulung tikar.

Dari tempat-tempat hiburan malam tahun 70-an, hanya Jaya Pub yang masih terus beroperasi hingga kini. Berlokasi berdekatan dengan Gedung Jaya di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jaya Pub masih menampilkan suasana dan penampilan live music yang menggambarkan era 70-an.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X