Romo Angkur dan Patris mengatakan, 89 Paroki di Keuskupan Ruteng selalu melaksanakan tradisi Tengge kain songke dan Lorang. Bahkan, semua petugas memakai kain tenun songke.
"Ini merupakan salah satu ciri khas perayaan Paskah di Keuskupan Ruteng. Gereja Katolik sangat menghargai dan menghormati budaya setempat," katanya.
Salah satu Imam di Keuskupan Agung Ende, Pater Markus Tuluk, SVD menjelaskan sebagian Paroki di Keuskupan Agung Ende memakai kain adat khas Ende saat perayaan Kamis Putih. Sebanyak 12 Rasul yang mendapatkan tugas sebagai 12 Rasul memakai kain tenun ikat khas Ende.
"Sebagian Paroki di Keuskupan Agung Ende memakai kain tenun ikat khas Ende oleh 12 Rasul, namun sebagiannya memakai celana panjang," katanya.
Pastor Tuluk menjelaskan, tradisi mengusung peti jenazah ke dalam gereja saat perayaan Jumat Agung sudah hilang.
"Saat saya masih kecil, saya sering lihat petugas mengusung peti jenazah ke dalam gereja saat perayaan Jumat Agung di tiap Paroki di Keuskupan Agung Ende. Namun, kini sudah hilang tradisi itu," katanya.
Ketua Sekolah STFK Ledalero, Maumere, Otto Gusti Madung, SVD kepada Kompas.com, Sabtu, (20/4/2019) mengatakan iman umat kepada Tuhan Yesus Kristus mengungkapkan dengan budaya setempat.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.