Sejarah di Balik Angkernya Danau Koliheret di Sikka Flores

Kompas.com - 27/04/2019, 14:15 WIB
Danau Koliheret yang berada di Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (21/4/2019). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISDanau Koliheret yang berada di Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (21/4/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com - Panoramanya indah, udaranya sejuk karena dikelilingi pepohonan besar nan rindang. Itulah Danau Koliheret yang berada di Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Di balik panorama yang indah itu, Danau Koliheret juga diceritakan sangat angker. Karena dianggap angker, masyarakat dan pemerintah tidak berani mengembangkan danau mungil ini menjadi untuk menjadi tempat wisata.

Kompas.com berusaha mewawancari salah satu tokoh sesepuh Desa Watu Diran yang bernama Petrus Hugo Pulung. Petrus ini juga adalah pemilik lahan Danau Koliheret.

Petrus menceritakan kisah yang membuat Danau Koliheret angker.

Baca juga: Tersembunyi di Tengah Hutan, Ini Danau Koliheret di Sikka Flores

Ia menceritakan, dahulu sekitar ratusan tahun silam, nenek moyang orang Watu Diran membuka kebun di sebuah daerah yang bernama Duking. Lumbungnya berada di Wua Bahang Bale Kloang.

Danau Koliheret di Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Danau Koliheret di Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Di Duking ini, ada 2 orang yakni saudara dan saudari sekandung hidup dan menjaga lumbung tersebut.

Baca juga: 5 Lokasi Terbaik untuk Memandang Indahnya Danau Rawa Pening

Saat menjaga lumbung, keduanya hidup ibarat suami isteri. Meski menurut adat hal itu dilarang. Usai memanen, keduanya kembali ke Kampung Koliheret.

Petrus menuturkan, dulu nenek moyang mereka biasanya melakukan tradisi syukuran usai panen di Kampung Koliheret. Tradisi itu pun tetap ada sampai sekarang. Tradisi itu namanya "Togo Pare".

Baca juga: Sejarah Logu Senhor, Tradisi Portugis yang Bersemayam di Sikka Flores

Di dalam kampung inilah keduanya bersuka ria. Keduanya mengikuti tarian Tandak bersama masyarakat Kampung Koliheret.

Pesona danau mungil Koliheret di Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (21/4/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Pesona danau mungil Koliheret di Desa Watudiran, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (21/4/2019).
"Saat asyik menari, malam itu terjadilah hujan lebat dan kabut menyelimuti kampung. Air hujan pelan-pelan memenuhi kampung yang di dalamnya ada 50 rumah. Akhirnya kampung ini pun tenggelam. Keduanya menyembunyikan hal haram sehingga terjadilah bencana alam yang menimpa mereka dan warga kampung lainnya. Alam dan leluhur rupanya marah atas perilaku menyimpang keduanya. Dari situ, Kampung Koliheret berubah menjadi danau," tutur Petrus.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antis dan Tiket.com Beri Promo Hotel, Diskon Hingga 60 Persen

Antis dan Tiket.com Beri Promo Hotel, Diskon Hingga 60 Persen

Travel Promo
Wisata Gunung Bromo Tutup Total Saat Hari Raya Nyepi, 14-15 Maret 2021

Wisata Gunung Bromo Tutup Total Saat Hari Raya Nyepi, 14-15 Maret 2021

Travel Update
5 Maskapai Penerbangan Ini Sediakan Layanan Gratis Rapid Test Antigen

5 Maskapai Penerbangan Ini Sediakan Layanan Gratis Rapid Test Antigen

Travel Update
Sriwijaya Air dan NAM Air Perpanjang Gratis Rapid Test Antigen hingga 17 Maret 2021

Sriwijaya Air dan NAM Air Perpanjang Gratis Rapid Test Antigen hingga 17 Maret 2021

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Garut, dari Gunung hingga Kebun Binatang

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Garut, dari Gunung hingga Kebun Binatang

Itinerary
5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Pulau Ganghwado, Korea Selatan

5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Pulau Ganghwado, Korea Selatan

Travel Tips
Kunjungan Wisata ke DIY Diharapkan Naik Setelah Pelaku Wisata Divaksinasi

Kunjungan Wisata ke DIY Diharapkan Naik Setelah Pelaku Wisata Divaksinasi

Travel Update
Sebelum ke Millenial Coffee & View Yogyakarta, Simak 9 Tipsnya

Sebelum ke Millenial Coffee & View Yogyakarta, Simak 9 Tipsnya

Travel Tips
Rute dan Harga Makanan di Millenial Coffee & View Yogyakarta

Rute dan Harga Makanan di Millenial Coffee & View Yogyakarta

Travel Tips
Berkunjung ke Millenial Coffee & View Yogyakarta, Bisa Apa Saja?

Berkunjung ke Millenial Coffee & View Yogyakarta, Bisa Apa Saja?

Travel Tips
Millenial Coffee & View di Watu Amben Jogja, Ngopi Ditemani Sunset Memesona

Millenial Coffee & View di Watu Amben Jogja, Ngopi Ditemani Sunset Memesona

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Wisata di Jalur Jogja-Dieng via Wonosobo Naik Motor

Itinerary Seharian Wisata di Jalur Jogja-Dieng via Wonosobo Naik Motor

Itinerary
#MelihatHarapan Bike Trenggalek 2021: Tebar Pesan Kebaikan dengan Bersepeda

#MelihatHarapan Bike Trenggalek 2021: Tebar Pesan Kebaikan dengan Bersepeda

Travel Update
Itinerary Wisata Seharian di Kota Batu Bersama Anak

Itinerary Wisata Seharian di Kota Batu Bersama Anak

Itinerary
Garuda Gratiskan Rapid Test Antigen untuk Penumpang Rute Domestik

Garuda Gratiskan Rapid Test Antigen untuk Penumpang Rute Domestik

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X