Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Flying Fox Terpanjang Kedua Asia Tenggara Ada di Gunungkidul

Kompas.com - 30/04/2019, 06:02 WIB
Anggara Wikan Prasetya,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi

GUNUNGKIDUL, KOMPAS.com – Menghabiskan liburan bisa dilakukan dengan menjajal sesuatu yang ekstrem. Rasa berdebar-debar usai melalui pengalaman menegangkan tentu menjadikan liburan lebih berkesan dan tak terlupakan.

Ada banyak aktivitas wisata menegangkan yang bisa dilakukan, seperti arung jeram, rafting, atau menjajal wahana seru di taman bermain. Jika memilih berlibur di area pebukitan, tidak jarang ditemukan flying fox yang mendebarkan.

Baca juga: Indahnya Hijau Perbukitan di Green Village Gedangsari Gunungkidul

Mengenai flying fox, tentu meluncur di atas ketinggian dari atas ke bawah merupakan pengalaman yang mendebarkan. Semakin panjang lintasan flying fox, tentu rasanya akan semakin mendebarkan.

Ternyata Indonesia memiliki dua flying fox terpanjang di kawasan Asia Tenggara. Satu di antaranya berada di Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di Obyek Wisata Green Village Gedangsari.

Terpanjang kedua di Asia Tenggara

Menariknya, flying fox yang ada di Green Village Gedangsari merupakan yang terpanjang kedua di kawasan Asia Tenggara. Flying fox tertinggi pertama berada di Colmar Tropicale, Malaysia, dengan lintasan sepanjang 1 km.

Flying fox di sini berada di ketinggian kawasan perbukitan sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Berada di titik tertinggi wisata Green Village Gedangsari, terdapat tulisan 625 pada flying fox ini. Tulisan itu menandakan panjang lintasan flying fox, yakni sepanjang 625 meter. Saking jauhnya, titik finish flying fox terlihat begitu kecil dari titik mulai.

Pengunjung bisa menjajal flying fox ini dengan mendaftar terlebih dahulu. Flying fox akan dioperasikan selama jam buka wisata Green Village Gedangsari. Nantinya pengunjung akan didampingi oleh petugas terlatih.

Titik finish flying fox di Green Village Gedangsari Gunungkidul.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Titik finish flying fox di Green Village Gedangsari Gunungkidul.

Petugas yang mendampingi akan menyiapkan perlengkapan keamanan dan memasangkannya pada pengunjung. Mereka juga akan menginfokan standar keamanan yang harus dipatuhi pengunjung.

Selain beroperasi selama jam buka, wahana flying fox hanya bisa dioperasikan ketika cuaca cerah. Saat hujan turun, flying fox tidak bisa dioperasikan karena faktor keamanan dan keselamatan, serta kenyamanan pengunjung.

Baca juga: Menjajal Cakrawala, Salah Satu Bianglala Tertinggi di Jawa Tengah

Hal itu karena titik air hujan yang mengenai muka saat pengunjung meluncur akan cukup menyakitkan. Sementara ketika angin cukup kencang, flying fox tetap bisa dioperasikan karena konstruksinya yang kokoh.

Masih baru

Keberadaan flying fox terpanjang kedua se-Asia Tenggara di Green Village Gedangsari ini masih belum lama. Flying fox ini baru diresmikan tanggal 30 Agustus 2017 oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Flying fox ini tidak main-main karena berstandar internasional. Teknologi flying fox mengadopsi dari Perancis, sementara tali lintasan didatangkan langsung dari Inggris.

Turis Malaysia menjajal flying fox terpanjang kedua se-Asia Tenggara di Green Village Gedangsari Gunungkidul.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Turis Malaysia menjajal flying fox terpanjang kedua se-Asia Tenggara di Green Village Gedangsari Gunungkidul.

Pengunjung yang menjajal flying fox ini akan meluncur dengan kecepatan mencapai sekitar 80 kilometer per jam. Sementara waktu tempuh dari titik mulai sampai finish kurang-lebih satu menit.

Jika ingin menjajal flying fox terpanjang kedua se-Asia Tenggara ini, tarifnya adalah Rp 100.000. Pengunjung juga bisa memesan jasa dokumentasi video yang akan ikut meluncur di samping lintasan seharga Rp 50.000 per orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Travel Update
5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

Jalan Jalan
Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Travel Update
4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

4 Tempat Wisata di Rumpin Bogor Jawa Barat, Ada Curug dan Taman

Jalan Jalan
Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Rusa Jadi Ancaman di Beberapa Negara Bagian AS, Tewaskan Ratusan Orang

Travel Update
5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

5 Rekomendasi Playground Indoor di Surabaya untuk Isi Liburan Anak

Jalan Jalan
Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Pilot dan Pramugari Ternyata Tidur pada Penerbangan Jarak Jauh

Travel Update
Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Desa Wisata Tabek Patah: Sejarah dan Daya Tarik

Jalan Jalan
Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Komodo Travel Mart Digelar Juni 2024, Ajang Promosi NTT ke Kancah Dunia

Travel Update
Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Tips Pilih Makanan yang Cocok untuk Penerbangan Panjang

Travel Tips
Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Harapan Pariwisata Hijau Indonesia pada Hari Bumi 2024 dan Realisasinya

Travel Update
5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

5 Tips Menulis Tanda Pengenal Koper yang Aman dan Tepat

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com