Gola Rebok, Kearifan Lokal Desa Sompang Kolang di Flores Barat (6)

Kompas.com - 30/04/2019, 12:30 WIB
Seorang perajin di Kampung Tado, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat, NTT, Minggu, (31/3/2019). Kampung ini sebagai pusat produksi gola kolang di Flores Barat dan kini warga setempat memperkenalkan wisata lait gola khas Kolang. KOMPAS.com/MARKUS MAKURSeorang perajin di Kampung Tado, Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Flores Barat, NTT, Minggu, (31/3/2019). Kampung ini sebagai pusat produksi gola kolang di Flores Barat dan kini warga setempat memperkenalkan wisata lait gola khas Kolang.

KOLANG, KOMPAS.com - Kerajinan gula merah merupakan salah satu kearifan lokal yang masih bertahan di Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, khususnya di Desa Sompang Kolang, Desa Wajur, Desa Tueng, Desa Golo Riwu, Kecamatan Kuwus Barat.

Berkat usaha tersebut, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga mampu mengantarkan anak-anak mereka menyelesaikan pendidikan tinggi sampai ada yang menjadi imam dan Uskup Agung Ende, Almarhum Donatus Djagom, SVD.

Kawasan perbukitan lembah Kolang tumbuh subur ratusan pohon enau atau aren. Ada pun salah satu jenis produksi gula merah khas Desa Sompang Kolang adalah gola rebok atau gula semut.

Baca juga: Ini Wisata Lait Gola Rebok atau Semut Kolang di Flores Barat (5)

Dikatakan gola rebok karena masyarakat setempat meraciknya khusus untuk dicampur dengan pangan lokal yang bernama rebok. Asal nama gola rebok terinspirasi dengan kemasan kuliner rebok.

Dulu para perajin gola kolang membungkus gula merah dalam bentuk batangan. Orang Kolang menyebutnya gola rokot atau gola yang dibungkus dengan daun enau kering.

Seiring dengan perkembangan zaman, gola rebok ini agak susah ditemukan karena selain pohon enau yang kian punah juga karena harga jual yang tidak mengimbangi biaya produksinya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Tiga Sawah Jaring Laba-laba di Lembah Ranggu-Kolang Flores Barat (4)

Berangkat dari keprihatinan akan kondisi tersebut membuka mata anak muda Desa Sompang Kolang untuk melakukan inovasi penjualannya ke dalam bentuk kemasan yang menarik guna menaikkan harga jual dan memperluas jangkauan pasar.

Tahun 2017 mereka melakukan kemitraan dengan Pemerintah Desa Sompang Kolang, dan terbentuklah UKM Kolarek BUMDES Sompang Kolang dan produksi gula merah ini sebagai produk unggulan Bumdes.

Saverianus Agung, bendahara BUMDES Desa Sompang Kolang, mengatakan pada tahun 2018, usaha gula merah ini mendapat hibah dana Kementerian Desa dan penyertaan modal desa dari Kepala Desa Yohanes Natar.

“Puji Tuhan di tahun 2019 kami sudah bisa mandiri. Kami berharap usaha ini bisa diakomodir dalam pemerintahan desa baru di bawah kepemimpinan Sebastianus Bama,” kata Agung kepada Kompas.com, Minggu (28/4/2019).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Menparekraf Sandiaga Ajak Pemimpin ASEAN Kerja Sama dalam Menyambut Turis Asing

Travel Update
Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Baju Adat Gorontalo, Pakaian Menparekraf Sandiaga saat Penyerahan Bantuan Kemenparekraf

Jalan Jalan
5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

5 Oleh-oleh Kesenian Khas Bandung, Wayang Golek hingga Angklung

Jalan Jalan
Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Mal Taman Anggrek Pecahkan Rekor Muri, Layani Vaksinasi Covid-19 dengan Peserta Terbanyak

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.