Kompas.com - 05/05/2019, 07:06 WIB
Panorama Pulau Tinabo dilihat dari atas kapal di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/5/2019). Taman Nasional Taka Bonerate merupakan salah satu taman nasional laut di Indonesia yang memiliki panorama bentang laut dan bawah laut yang indah. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOPanorama Pulau Tinabo dilihat dari atas kapal di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/5/2019). Taman Nasional Taka Bonerate merupakan salah satu taman nasional laut di Indonesia yang memiliki panorama bentang laut dan bawah laut yang indah.

SELAYAR, KOMPAS.com - Turis asal Benua Eropa mendominasi kunjungan wisata di Taman Nasional Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Taman Nasional Takabonerate, Faat Rudianto.

Turis Eropa biasanya yang datang ke Takabonerate itu dari Perancis, Belgia. Italia yang paling sering),” kata Faat kepada KompasTravel di sela-sela acara Kemah Konservasi 2019 di Pulau Tinabo, Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (30/4).

Ia menyebut sebanyak 200 turis asing datang sepanjang tahun 2018. Faat menyebut turis-turis asing seperti dari Benua Eropa datang untuk diving, berjemur, dan juga berinteraksi dengan masyarakat.

“Kalau dibandingkan kunjungan ke taman nasional lain, itu masih jauh ya. Kalau di kami (Takabonerate) kan wisata minat khusus ya,” ujarnya.

Hiu-hiu kecil di pinggir pantai Pulau Tinabo yang terletak di Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.Asri/TN Taka Bonerate Hiu-hiu kecil di pinggir pantai Pulau Tinabo yang terletak di Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Ia menambahkan rata-rata kunjungan turis asing ke Taman Nasional Takabonerate yakni tiga hari. Turis asing biasanya datang ke pulau-pulau di kawasan Taman Nasional Takabonerate seperti Pulau Latondu, Tinabo, Rajuni, dan Jinato.

“Tinabo itu daya tariknya bayi hiu, di sini bisa lebih bebas ya karena tak berpenghuni. Hanya petugas yang jaga,” kata Faat.

Ketua Komunitas Sileiya Scuba Diver, Zulregal Januar mengatakan turis-turis dari Benua Eropa mengambil paket wisata yang tak terlalu lama di Taman Nasional Takabonerate. Namun, khusus turis dari Rusia biasanya berlibur sampai satu minggu.

“Kalau dari Rusia biasanya bisa seminggu. Ada pasangan suami istri menginap di Tinabo. Mereka hanya baca buku, keliling pantai. Besok lagi hanya baca buku lagi. Mereka cari ketenangan,” kata Regal kepada KompasTravel.

Taman Nasional Takabonerate merupakan salah satu taman nasional laut di Indonesia. Taman Nasional Takabonerate saat ini memiliki predikat sebagai gugusan atol ketiga terbesar di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Maldives.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Sederet Fasilitas Baru TMII Setelah Revitalisasi, Ada Trem Listrik

Travel Update
Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Sandiaga Sebut Industri Seni Lokal Bisa Belajar dari K-Pop, Ini Alasannya

Travel Update
Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Aturan Perjalanan Dilonggarkan, Harga Tiket Pesawat Diharapkan Ikut Turun

Travel Update
Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Daftar Visa on Arrival Kunjungan Wisata Ditambah, Jadi 60 Negara

Travel Update
Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Siapkan SDM Pariwisata, Labuan Bajo Akan Bangun Poltekpar

Travel Update
Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Syarat Perjalanan Tak Perlu Tes Covid-19, Ini Kata Pelaku Industri Pariwisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.