Panduan Memilih Destinasi Wisata Saat Ramadhan

Kompas.com - 06/05/2019, 16:05 WIB
Wisatawan berada di kawasan Masjid Menara Kudus yang berada satu komplek dengan makam Sunan Kudus di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (14/1). Masjid dengan arsitektur perpaduan budaya Islam dengan budaya Hindu yang dibangun Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi itu menggunakan Batu Baitul Maqdis dari Palestina dan kini menjadi tujuan wisata religi para wisatawan dari berbagai kota di Indonesia bahkan wisatawan Mancanegara. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc/18. YUSUF NUGROHOWisatawan berada di kawasan Masjid Menara Kudus yang berada satu komplek dengan makam Sunan Kudus di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (14/1). Masjid dengan arsitektur perpaduan budaya Islam dengan budaya Hindu yang dibangun Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi itu menggunakan Batu Baitul Maqdis dari Palestina dan kini menjadi tujuan wisata religi para wisatawan dari berbagai kota di Indonesia bahkan wisatawan Mancanegara. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ramadhan dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Tak terkecuali traveling di kala Ramadhan yang dapat memberi manfaat untuk jasmani maupun rohani.

Namun ada baiknya untuk memilih destinasi lebih cermat saat Ramadhan. Pemilihan destinasi dapat memengaruhi kondisi fisik yang harus berpuasa dan arti perjalanan yang lebih. Berikut panduan memilih destinasi wisata saat Ramadhan:

1. Pilih Negara atau Daerah Mayoritas Muslim

Di destinasi mayoritas Muslim biasanya memiliki budaya khas yang keluar hanya pada Ramadhan. Terutama budaya berbuka puasa dengan hidangan-hidangan unik. Di Indonesia sendiri banyak destinasi yang menyuguhkan tradisi khusus selama bulan Ramadhan, terutama saat berbuka puasa.

Untuk tujuan negara, Anda bisa mengunjungi Malaysia, Turki, Saudi Arabia, China bagian selatan, dan masih banyak lagi.

2. Negara Non-muslim yang Memiliki Komunitas Muslim

Bukan berarti Anda tidak bisa mengunjungi negara mayoritas non-Muslim saat Ramadhan. Justru pengalaman berpuasa sebagai minoritas menjadi pengalaman yang berbeda. Anda juga dapat turut serta dalam komunitas Muslim di negara tersebut, dijamin mempererat silaturahmi dan memberikan arti mendalam saat berpuasa di sana.

3. Destinasi yang Bisa Menjadi Relawan

Ngabuburit menunggu buka puasa dapat diisi dengan hal-hal yang bermanfaat, yakni menjadi relawan. Ikutlah komunitas atau tanyakan peluang menjadi relawan di destinasi yang ingin Anda kunjungi.

Di Indonesia, ada banyak desa tertinggal, desa wisata, atau lokasi pasca bencana yang menerima tenaga relawan untuk mengajar, bercocok tanam, konservasi hewan langka, atau meneruskan kesenian daerah.

Relawan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Hidayat, menyiapkan makan sahur bagi warga terdampak banjir di Dusun Beluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Senin (6/5/2019) dinihari.                       KOMPAS.com/MOH. SYAFII Relawan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Hidayat, menyiapkan makan sahur bagi warga terdampak banjir di Dusun Beluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, Senin (6/5/2019) dinihari.
4. Destinasi Wisata yang Sejuk

Baiknya menghindarai destinasi dengan cuaca yang panas untuk memudahkan puasa. Jauhi destinasi wisata pantai dan pergilah ke destinasi wisata sejuk di ketinggian seperti daerah Dieng, Puncak Bogor, Ijen, dan lainnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X