Kompas.com - 06/05/2019, 19:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pariwisata Perdagangan dan Telekomunikasi Direktorat Deregulasi Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Supriyadi mengatakan, pihaknya yakin bahwa pertumbuhan perekonomian masyarakat Indonesia sedang mengalami kemajuan signifikan berkat perkembangan pariwisata.

Dia memprediksi, ekonomi Indonesia akan berada di peringkat 10 besar dunia pada tahun 2025 jika dilihat dari peningkatan pariwisata yang terjadi sampai saat ini.

“Ekonomi Indonesia diprediksi masuk 10 besar di dunia pada 2025 bila dilihat dari peningkatan pariwisata yang terjadi sekarang ini, terlebih arahan Presiden Jokowi menjadikan pariwisata ‘leading’ sektor perekonomian,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Minggu (5/5/2019).

Menurut Supriyadi, sektor pariwisata merupakan bidang penting sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, lanjut Supriyadi, masyarakat dan pemerintah perlu menggalakkan potensi pariwisata di daerahnya masing-masing.

Baca juga: Pariwisata Indonesia Dipromosikan Lewat Tik Tok

Dia berharap, para investor pariwisata dapat menanamkan modalnya di Indonesia, terutama di Kota Batam yang identik sebagai kota industri.

“Dulu tahun 2005 masih banyak tanah lapang, namun sekarang banyak berdiri hotel megah, lalu dilihat dari sisi infrastruktur juga semakin mapan,” katanya.

Wisatawan kapal pesiar Aida Vita Cruise berpose dengan Bendera Merah Putih saat tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, Minggu (3/2/2019). Sebanyak 1170 wisatawan asing asal Jerman melakukan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di Lombok seperti Gili Trawangan, Mandalika, Taman Mayura dan Sekotong sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Wisatawan kapal pesiar Aida Vita Cruise berpose dengan Bendera Merah Putih saat tiba di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, NTB, Minggu (3/2/2019). Sebanyak 1170 wisatawan asing asal Jerman melakukan kunjungan wisata ke sejumlah lokasi di Lombok seperti Gili Trawangan, Mandalika, Taman Mayura dan Sekotong sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Komodo.
Sementara itu, Kasubid Pelayanan Operasional Perizinan Berusaha Direktorat Pelayanan Berusaha BKPM Kukuh Agung menjelaskan, para pelaku usaha yang membuat Nomor Induk Berusaha (NIB) per Januari 2019 sebesar 200 ribu. Sepuluh persennya merupakan pelaku usaha di bidang usaha.

Terkait pengurusan izin usaha dan izin operasional komersial pariwisata, lanjut Kukuh, para investor bisa mengurusnya melalui sistem yang ada di perkotaan dan daerah untuk membawa dampak positif bagi perekonomian pemerintah setempat.

Kemudahan pengurusan izin diharapkan mendukung semakin kondusifkan iklim usaha pariwisata di Tanah Air mengingat pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan dalam Pemerintahan Jokowi-JK. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.