5 Tips Berwisata saat Ramadhan agar Puasa Tetap Lancar

Kompas.com - 07/05/2019, 07:04 WIB
Ilustrasi berwisata di Bulan Ramadhan.Shutterstock Ilustrasi berwisata di Bulan Ramadhan.

KOMPAS.com Bulan Ramadhan 2019 atau 1440 Hijriyah telah dimulai. Bagi umat Islam, tentu selain harus berpuasa, mereka hendaknya semakin meningkatkan ibadah di bulan penuh berkah itu.

Namun, aktivitas wisata bukan berarti tidak bisa dilakukan oleh mereka yang sedang berpuasa. Hari libur di Bulan Ramadhan tetap bisa diisi dengan berwisata untuk mengusir penat.

Baca juga: Road Trip Naik Motor, Siapkan 6 Hal Berikut Ini

Berikut ini lima tips berwisata saat Ramadhan agar ibadah puasa tetap lancar:

1. Pilih destinasi yang sejuk dan teduh

Jika hendak berwisata ketika tengah menjalankan ibadah puasa, perhatikan pemilihan tempat tujuan wisata. Lebih baik jika memilih obyek wisata yang sejuk dan teduh, serta tidak panas.

Wisatawan sedang menikmati suasana Air Terjun Jumog, KaranganyarKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Wisatawan sedang menikmati suasana Air Terjun Jumog, Karanganyar
Jika tempat yang akan dikunjungi panas, hal itu membuat tubuh cepat merasa lelah, haus, dan lapar. Hal itu tentunya tidak baik karena makan dan minum tidak bisa dilakukan dari azan subuh hingga maghrib oleh mereka yang sedang berpuasa.

2. Pilih destinasi yang bisa dijangkau dengan mudah

Selain memilih obyek atau destinasi wisata yang tidak panas, perhatikan pula akses jalan untuk mencapai tujuan. Lebih baik memilih tempat wisata yang tidak membutuhkan aktivitas fisik berat untuk mencapainya.

Meski destinasi wisata berada di tempat yang sejuk dan teduh, rasanya tetap akan berat jika perjalanan menuju lokasi tujuan masih harus membutuhkan aktivitas fisik seperti berjalan jauh.

Baca juga: Road Trip Naik Motor, Siapkan 6 Hal Berikut Ini

Oleh karena itu, pilih obyek wisata yang lokasinya tidak jauh dari area parkir kendaraan sehingga tidak membutuhka aktivitas fisik. Bisa juga pilih obyek wisata yang menyediakan fasilitas transportasi seperti mobil listrik atau kuda menuju tujuan.

3 Berangkat pagi atau sore

Selain pemilihan destinasi atau obyek wisata, perhatikan pula waktu keberangkatan. Pagi hari usai sahur, shalat subuh, dan mengaji merupakan satu waktu yang tepat untuk memulai perjalanan.

Travelling naik sepeda motor.Shutterstock Travelling naik sepeda motor.
Jika berangkat siang hari, panasnya matahari akan sangat terasa. Hal ini terutama dirasakan oleh pengendara sepeda motor. Meski perjalanan dilakukan dengan mengendarai kendaraan, kondisi panas itu bisa membuat lapar, lelah, dan haus.

Sore hari juga merupakan saat memulai perjalanan yang pas karena cuaca sudah tidak terlalu panas. Jika memulai perjalanan sore, lebih baik membawa minuman dan cemilan untuk berjaga-jaga apabila memasuki waktu berbuka puasa ketika masih di jalan.

4. Tetap fokus berkendara

Salah satu kendala yang biasanya dialami oleh mereka yang melakukan perjalanan adalah rasa kantuk. Jika di hari biasa rasa mengantuk bisa diatasi dengan meminum kopi, makan saat berpuasa hal itu tidak bisa dilakukan.

Baca juga: 6 Etika yang Harus Dipatuhi saat Berwisata ke Candi

Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga fokus ketika berkendara. Jika kantuk menyerang, maka lebih baik jika memutuskan untuk beristirahat sejenak di tempat peristirahatan dan tidak memaksakan diri.

5. Tetap menjalankan ibadah wajib

Ibadah Shalat.Shutterstock Ibadah Shalat.
Selain berpuasa, ibadah wajib yakni shalat lima waktu tidak boleh sampai dilewatkan ketika berwisata di Bulan Ramadhan. Saat terdengar azan, segera kunjungi masjid atau mushalla terdekat untuk melaksanakan shalat.

Selain itu, akan lebih baik jika turut melakukan ibadah lain usai melaksanakan shalat wajib seperti shalat sunnah dan mengaji. Hal itu hendaknya dilakukan agar ibadah puasa Ramadhan semakin maksimal.




Close Ads X