5 Alasan Kenapa Harus Coba Bubur Samin saat Safari Ramadhan di Solo!

Kompas.com - 08/05/2019, 07:25 WIB
pembagian bubur samin di Masjid Darussalam KOMPAS.com/NUR ROHMI AIDApembagian bubur samin di Masjid Darussalam

SOLO, KOMPAS.com - Di kawasan Jayengan Solo, terdapat tradisi menarik yang rutin diadakan ketika bulan puasa. Tradisi itu adalah pembagian Bubur Samin atau yang kerap disebut juga dengan Bubur Banjar.

Pembagian ini dilakukan di Masjid Darussalam Solo. Guna mengawali pembagian bubur samin pada puasa tahun 2019 ini, Wakil Wali Kota Solo bahkan ikut hadir dalam acara pembagian bubur ini.

Lantas apa sebenarnya yang menarik dari Bubur Samin di Masjid Darussalam ini, hingga rasanya sayang kalau ketika berada di Solo anda sampai melewatkan untuk mencicipinya?

1. Hanya Ada Saat Momen Puasa Ramadhan

Ta’mir masjid HM. Rosyidi Muchdlor mengungkapkan, pembagian bubur samin ini hanya dilakukan saat puasa Ramadhan.

Pembagian bubur samin didasarkan pada hadist mengenai pahala bagi mereka yang memberikan makan bagi orang yang berpuasa nantinya akan mendapatkan pahala sama dengan orang yang berpuasa tersebut.

Baca juga: Tradisi Bubur Samin, Simbol Kebersamaan Saat Ramadhan

2. Rasanya Khas

Bubur samin dibuat dari komposisi beras, santan, sayuran, rempah-rempah, susu, dan daging sapi. Kombinasi dari semua bahan tersebut memberikan rasa yang sangat unik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Rasanya khas, gurih, dan aroma rempahnya kuat. Kalau sudah puasa saya tiap hari datang kemari,” ujar Ibu Mamik salah satu warga Jayengan yang ikut antre bubur.

3. Bisa Sekalian Mengunjungi Pasar Tajil

Tepat di depan Area Masjid Darussalam, terdapat Pasar Ta’jil Jayengan yang dibuka mulai dari tanggal 6 Mei 2019 hingga 4 Juni 2019. Usai mengantre bubur, nantinya anda bisa sekalian membeli ta’jil di deretan Pasar Jayengan

4. Tradisi yang Sudah Ada Sejak Dulu Kala

Awalnya pada tahun 1965, Masjid Darussalam hanya membagikan menu buka puasa di masjid saja. Namun setelah tahun 1985 Masjid Darussalam selanjutnya mulai membagikan bubur banjar kepada masyarakat.

Pada Awalnya, beras untuk pembuatan bubur hanya perlu sebanyak 15 kg saja, namun kemudian jumlah semakin bertambah. Dan sekarang jumlah beras untuk pembuatan bubur mencapai 50 kg per hari.

5. Hanya Ada di Solo

Tradisi pembagian bubur banjar bermula dari rasa syukur para penjual permata dari Banjar yang kemudian sukses di Solo.

Bubur Samin sebenarnya bukan bubur khas yang dibagikan warga Banjar di Banjar sana. Namun ini adalah bubur yang rutin dibagikan kepada warga sekitar saat puasa

Lokasi Masjid Darussalam, Jl. Gatot Subroto No.161, Jayengan, Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.