Naik Bus AKAP Dapat Makan, Bagaimana Mudik Saat Ramadan?

Kompas.com - 11/05/2019, 11:04 WIB
Ilustrasi bus antar kota.Tribunnews Ilustrasi bus antar kota.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu fasilitas yang disediakan perusahaan otobus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute jarak jauh dan menengah adalah makanan.

Rata-rata perusahaan bus memiliki kebijakan memberi penumpang waktu istirahat, untuk makan di restoran yang telah bekerja sama saat di perjalanan

"Biasanya penumpang akan diberi vocer (di awal perjalanan) untuk makan selama perjalanan, tetapi ketika puasa selama Ramadhan ini memang sedikit berbeda," kata pengamat transportasi bus, AM Fikri dihubungi KompasTravel, Kamis (9/5/2019).

Fikri mengatakan saat Ramadhan, biasanya penumpang diberi pilihan untuk dapat bersantap di rumah makan atau membungkus makanan yang ditukarkan dari voucher tersebut.

Kebijakan perusahaan otobus terhadap waktu istirahat dan bersantap saat Ramadhan juga berbeda-beda. Menurut Fikri tergantung dengan waktu perjalanan dan waktu buka puasa atau sahur.

"Karena perusahaan bus itu punya kerja sama dengan rumah makan di beberapa daerah. Misalnya kalau di daerah Jawa Tengah itu biasanya di Gringsing," jelas Fikri.

Fikri mencontohkan, misal pada waktu sahur bus tujuan Solo sudah melewati daerah Gringsing. Supir bus umumnya memiliki keleluasaan untuk menawarkan waktu istirahat makan bagi penumpang.

"Tetapi dengan konsekuensi waktu tiba yang harusnya pukul lima pagi jadi lebih tertunda, dan tempat makan juga yang sederhana atau seadanya karena tidak ada kerja sama dengan perusahaan bus," jelas Fikri.

Saat menumpang bus AKAP pada Ramadhan, tidak ada salahnya bagi penumpang untuk membawa bekal makanan dan minuman guna membatalkan puasa atau sahur. Mengingat saat mudik kemacetan jalanan juga sulit untuk diprediksi.

 

 




Close Ads X