Industri Pariwisata Diminta Buka Peluang untuk Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 13/05/2019, 16:06 WIB
Sejumlah wisatawan asing berjemur di pinggir pantai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/8/2018). Kawasan wisata Mandalika tidak terdampak oleh bencana gempa dan tetap ramai dikunjungi wisatawan asing, pihak ITDC mengundang wisatawan untuk tetap berkunjung ke kawasan pariwisata Lombok yang tidak terdampak gempa sehingga dapat mendukung pemulihan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat. ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDISejumlah wisatawan asing berjemur di pinggir pantai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/8/2018). Kawasan wisata Mandalika tidak terdampak oleh bencana gempa dan tetap ramai dikunjungi wisatawan asing, pihak ITDC mengundang wisatawan untuk tetap berkunjung ke kawasan pariwisata Lombok yang tidak terdampak gempa sehingga dapat mendukung pemulihan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.

KOMPAS.com - Industri Pariwisata di Sumatera Selatan (Sumsel) diminta untuk memberikan peluang bagi para pekerja penyandang disabilitas agar bisa bekerja di sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang Zulkifli Harahap saat Focus Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kampus Polteknik Pariwisata Palembang, Kamis (9/5/2019).

Dia mengatakan, sudah saatnya penyandang disabilitas mendapat kesempatan yang sama untuk dapat bekerja di sektor pariwisata Sumsel.

"Mereka tidak ingin dikasihani, tapi sebenarnya ingin berdiri di atas kaki mereka sendiri lewat usaha atau bekerja. Untuk ke arah sana harus ada peluang dari para industri dulu,” ujarnya.

Baca juga: Sumsel sebagai Center of Excellence Wisata Olahraga Indonesia

Sementara itu, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Wilayah Sumsel Hikma Meliana mengatakan, penyandang disabilitas kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kekurangan secara fisik.

"Ada 700-an orang penyandang disabilitas di Sumsel yang terdata. Baik skala ringan, sedang, dan berat. Tapi semuanya kesulitan mendapat kerja hanya karena kekurangan secara fisik, apalagi untuk sektor kepariwisataan. Sudah kirim lamaran, pas dipanggil wawancara langsung ditolak karena ada cacat fisik," tutur Hikma.

Dia berharap, terbuka peluang untuk penyandang disabilitas di sektor pariwisata bukan sekadar wacana. Karena itu, dia mendesal peran pemerintah daerah untuk mendorong program tersebut.

"Pemerintah harus mendukung, sebab yang semacam ini apabila sukses bisa jadi indikator keberhasilan pembangunan daerah," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X