Di Negara Ini, Umat Muslim Berpuasa Selama 22 Jam

Kompas.com - 14/05/2019, 07:09 WIB
Kirkjufell, gunung di Islandia. Dok. Lonely Planet Kirkjufell, gunung di Islandia.


KOMPAS.com - Menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan wajib hukumnya bagi umat Islam di seluruh dunia, bahkan di negara-negara yang sepanjang harinya disinari matahari.

Di Islandia, matahari terbit selama hampir 22 jam sehari. Oleh karena itu, umat muslim di sana hanya mendapat jatah berbuka sekaligus sahur dan melaksanakan salat tarawih hanya sekitar dua jam.

Selama dua jam itu, umat muslim di Islandia didorong untuk selalu berbuka puasa bersama teman atau keluarga dengan beberapa kurma atau minuman manis, seperti halnya di Indonesia.

Anda mungkin berpikir, nafsu makan umat muslim di sana akan mengalami peningkatan dalam 2 jam tersebut. Namun nyatanya, mereka justru mengalami penurunan nafsu makan setelah seminggu berpuasa.

Baca juga: 5 Tips Berwisata saat Ramadhan agar Puasa Tetap Lancar

Tidak ada kudapan khusus Ramadhan yang bisa disantap di sana. Namun, beberapa restoran menyediakan makanan halal seperti ikan dan sayuran. Ada juga sajian daging halal yang pengolahannya sudah sesuai dengan hukum Islam.

Untuk tahun ini, Ramadhan di Islandia dimulai pada minggu pertama Mei dan berakhir pada awal Juni. Mendekati akhir Ramadhan, waktu berpuasa akan mendekati 21 jam.

Ada negara lain seperti Greenland dan sebagian wilayah Kanada yang mengalami "sinar matahari abadi". Solusi paling umum bagi umat Islam untuk mengatasi ini adalah mengikuti waktu matahari terbit dan terbenam di negara terdekat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X