Kompas.com - 14/05/2019, 10:08 WIB
Kansodaa, prosesi adat masyarakat Wakatobi yang digelar saat perhelatan Wakatobi Wonderful Festival and Expo 2017 atau Wakatobi WAVE 2017 yang berlangsung pada 11 hingga 13 November 2017 di pelabuhan Panggulubelo, Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKansodaa, prosesi adat masyarakat Wakatobi yang digelar saat perhelatan Wakatobi Wonderful Festival and Expo 2017 atau Wakatobi WAVE 2017 yang berlangsung pada 11 hingga 13 November 2017 di pelabuhan Panggulubelo, Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

KOMPAS.com- Wakatobi merupakan kawasan di Sulawesi Tenggara yang sudah tidak diragukan lagi pesona alamnya. Keindahan alam baharinya bahkan sudah sering mendapat penghargaan.

Keindahan Wakatobi tak hanya sampai di situ saja. Kawasan ini ternyata juga memiliki berbagai tradisi-tradisi adat yang menarik untuk kita ketahui.

Nah berikut ini beberapa tradisi yang ada di Wakatobi

1. Prosesi Adat Kansoda'a

Kansoda'a menyimbolkan kebanggaan keluarga Wakatobi memiliki anak perempuan yang beranjak dewasa. Para orang tua ingin menunjukkan anak perempuan kebanggaan mereka telah tumbuh dengan baik

Prosesi adat ini biasanya dilakukan setahun sekali setelah Hari Raya Lebaran. Para perempuan didandani dan mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesoris berwarna cerah dan didominasi warna emas.

Kepala mereka dihiasi mahkota dari bunga dan bulu burung. Selama prosesi perempuan akan ditandu dan diarak keliling kampung. Prosesi ini dilakukan sekali dalam seumur hidup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Tradisi Bangka Mbule-Mbule

Tradisi Bangka Mbule-mbule merupakan tradisi yang dilakukan dengan melarung sesajen ke laut yang diarak oleh perahu-perahu nelayan.

Ini merupakan ritual tradisional rakyat Mandati Selatan, Kecamatan Wangi-Wangi. Pementasan Bangka Mbule-Mbule dilakukan sekali dalam setahun atau sekali dalam empat tahun jika ada bencana alam, gagal panen, ketidakstabilan, dan gangguan lain.

3. Pesta Adat Duata

Duata dilaksanakan oleh masyarakat secara beramai-ramai dengan tujuan untuk menghilangkan penyakit yang masuk dalam kampung dan mengobati orang sakit dan juga meminta rejeki.

Proses ritual ini dilaksanakan selama 3 hari siang dan malam pada hari yang ke tiga sebagai penutup acara disaksikan oleh kalyak ramai karena pawang akan menari-nari di atas sampan yang dirakit dan didayungkan oleh puluhan orang ke tengah laut serta diiringi oleh penonton di atas sampan

4. Pesta Adat Posepaa

Posepaa adalah tradisi masyarakat Liya Wakatobi. Dilaksanakan di hari-hari besar Islam seperti hari raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha. Pelaksanaannya setelah Salat Ied.

Atraksi ini seperti namanya Posepaa yang berarti menendang. Tujuan untuk meninjau ketangkasan pemuda dalam mempertahankan negri bila ada serangan musuh. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.