Bulan Ramadhan di Gresik, Ada Kontes Bandeng

Kompas.com - 15/05/2019, 07:16 WIB
Para pemenang Kontes Bandeng di Gresik pada edisi tahun sebelumnya. ARSIP HUMAS PEMKAB GRESIKPara pemenang Kontes Bandeng di Gresik pada edisi tahun sebelumnya.

GRESIK, KOMPAS.com - Satu lagi kegiatan di Bulan Ramadhan yang hanya ada di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Yakni, kontes untuk memilih ikan bandeng paling besar milik petambak yang ada di Kota Santri. Biasanya kontes lebih dulu digelar, baru menyusul pasar bandeng tradisional.

Meski demikian, Kepala Dinas Perikanan Pemkab Gresik Choirul Anam mengatakan, saat ini pihaknya sudah menerima tiga orang petambak yang mendaftar menjadi peserta dalam ajang satu tahunan tersebut. Dua petambak berasal dari wilayah Mengare yang ada di Kecamatan Bungah, dan satu lainnya berasal dari Kecamatan Ujungpangkah.

"Kami akan melihat langsung kelayakan bandeng yang akan diikutkan kontes serta habitat tambaknya. Hal ini penting, jangan sampai nanti ada bandeng peserta kontes yang bukan berasal dari Gresik," ujar Anam, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Singgah di Wilayah Gresik Utara, Jangan Lupa Nikmati Sate Lowayu

Dalam aturan kontes yang sudah ditetapkan dalam setiap edisi, panitia memang sengaja hanya memperbolehkan ikan bandeng yang dipelihara di wilayah Kabupaten Gresik saja. Petambak boleh berasal dari luar kota, namun bandeng harus tetap dibudidayakan di Gresik.

"Kami optimis, beberapa hari ke depan akan banyak lagi petambak Gresik yang ikut mendaftar,” ucap dia.

Sementara Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim menjelaskan, untuk kontes bandeng tahun ini direncanakan bakal dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2019 di mana pada tanggal 1 dan 2 Juni 2019 akan dilaksanakan pasar bandeng tradisional.

" Kontes bandeng merupakan pembukaan dari pasar bandeng tradisional yang akan dilaksanakan selama dua hari, sesudah acara kontes. Kami berharap, agar kegiatan tahunan menjelang Idul Fitri ini bisa memberikan kebahagiaan kepada seluruh masyarakat Gresik," kata Qosim.

Menurut rencana awal, bakal ada sebanyak 1.094 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang siap meramaikan agenda kontes dan pasar bandeng tradisional nantinya. Mereka akan membuka lapaknya di jalan yang sudah disiapkan oleh Pemkab Gresik, mulai dari Jalan Raya Gubernur Suryo, Jalan Samanhudi hingga Jalan HOS Cokroaminoto.

"Untuk lapak penjual bandeng akan berada di depan pasar Kota Gresik. Sampai hari ini, sudah ada 73 pedagang bandeng yang bersedia akan ikut meramaikan," tutur dia.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik, Sutrisno menambahkan, panggung acara untuk kontes bandeng nantinya sudah disepakati berada di pertigaan Jalan Raya Basuki Rahmat, Jalan HOS Cokroaminoto, dan Jalan Raden Santri, lokasi sama seperti yang digunakan oleh penyelenggaraan acara serupa pada tahun lalu.

Sutrisno berharap, dengan adanya kontes dan pasar bandeng tradisional yang diadakan rutin setiap tahun ini masyarakat Gresik semakin gemar makan ikan.

Pasalnya, potensi perikanan di Gresik sangat tinggi mencapai 32.000 hektar tambak budidaya ikan, dengan produksi ikan pada tahun 2018 sebesar 129.000 ton. Adapun produksi ikan tangkap mencapai 24.000 ton, dengan total produksi tahun 2018 sebesar 153.000 ton.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X