Panduan Menjelajah Jogja dengan Cepat Sambil Berjalan Kaki

Kompas.com - 15/05/2019, 10:03 WIB
Jogja dilihat dari atas parkiran Abu Bakar MalioboroKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Jogja dilihat dari atas parkiran Abu Bakar Malioboro

KOMPAS.com – Jika Anda berada di Jogja dan ingin menjelajahi Jogja dengan berjalan, KompasTravel mencoba memberi Anda panduan supaya Anda bisa menjelajahi Jogja dengan cepat dan ditempuh dengan jalan kaki.

Penjelajahan berikut bisa Anda mulai dari Stasiun Tugu yang merupakan stasiun utama keluar masuknya para wisatawan Jogja.

Menjelajah Sepanjang Jalan Malioboro

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat bersepeda di Malioboro dalam peluncuran JogjabikeKOMPAS.com / Wijaya Kusuma Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti bersama Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat bersepeda di Malioboro dalam peluncuran Jogjabike
Berjalan kakilah dari Stasiun Tugu sampai penanda, Jalan Malioboro. Waktu yang anda butuhkan dari Stasiun Tugu sampai ke sini hanya sekitar 5 menit.

Baca juga: 5 Tips Belanja Murah di Malioboro Yogyakarta

Dari sini, anda bisa melanjutkan perjalanan menjelajah sepanjang Jalan Malioboro yang membentang cukup panjang.

Menyusuri jalan ini akan ada cukup banyak penjual dari dawet, warung nasi, baju, serta penjajak berbagai souvenir.

Baca juga: Malioboro di Mata Warga Lokal dan Wisatawan Mancanegara...

Di sini Anda bisa pula mampir ke Mall Malioboro, masuk ke toko-toko souvenir, toko pakaian, toko batik, masuk ke area Pasar Beringharjo atau mampir melihat ragam koleksi di Benteng Vredeburg

Berhenti Sejenak di Titik Nol Kilometer

Kawasan pedestrian Titik Nol Km sisi Barat, KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Kawasan pedestrian Titik Nol Km sisi Barat,
Lelah menyusuri kawasan Malioboro, anda bisa berhenti sejenak di sekitar titik nol kilometer. Anda bisa berfoto-foto dengan background Kantor Pos Jogja yang terlihat klasik, atau mungkin duduk-duduk di depan Monumen Serangan Umum Satu Maret.

Anda juga bisa menyeberang ke perempatan samping Kantor Pos, ada berbagai buku baik baru maupun bekas di sana.

Mengunjungi Museum Sonobudoyo

Naskah kuno berisi ajaran Islam koleksi Museum Sonobudoyo. Teks itu unik karena disertai ilustrasi sementara seni rupa saat itu masih sangat tabu dalam islam.Monika Novena Naskah kuno berisi ajaran Islam koleksi Museum Sonobudoyo. Teks itu unik karena disertai ilustrasi sementara seni rupa saat itu masih sangat tabu dalam islam.
Dari titik nol kilometer, berjalanlah terus ke arah alun-alun. Saat sampai pertigaan berbeloklah ke kanan. Nanti Museum Sonobudoyo ada di sebelah kanan jalan.

Museum Sonobudoyo merupakan situs budaya dari berbagai daerah seperti Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Situs ini menyimpan beragam koleksi barang-barang antik.

Anda juga bisa melihat berbagai manuskrip-manuskrip kuno dari berbagai daerah yang disimpan di Museum ini. Museum Sono Budoyo buka dari Selasa sampai Minggu pukul 08.00 WIB- 15.30 WIB.

Keraton Yogyakarta

Wisatawan mengunjungi Keraton Yogyakarta, di Yogyakarta, Jumat (5/8/2016). KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Wisatawan mengunjungi Keraton Yogyakarta, di Yogyakarta, Jumat (5/8/2016).
Keraton Yogyakarta merupakan Istana Resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Mengunjungi Jogja tentunya sayang kalau sampai melewatkan tempat ini.

Maka usai mampir dari Museum Sonobudoyo lanjutkan perjalanan melewati alun-alun untuk sampai Keraton Yogyakarta.

Berada di keraton Anda bisa menikmati Istana Yogyakarta dari dekat. Meski tidak semua bagian bisa dikunjungi, setidaknya Anda bisa melihat berbagai benda yang mengandung unsur budaya dan seni Yogyakarta dipamerkan di dalamnya.

Teruskan Perjalanan ke Taman Sari

Kompleks Taman Sari Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata di sekitar area keraton yang dulunya merupakan tempat peristirahatan Sultan dan kerabat. KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI Kompleks Taman Sari Yogyakarta merupakan salah satu obyek wisata di sekitar area keraton yang dulunya merupakan tempat peristirahatan Sultan dan kerabat.
Apabila Anda sudah sampai Keraton Yogyakarta jangan langsung bergegas pulang. Anda masih bisa berjalan lagi menuju Taman Sari.

Taman Sari dulunya digunakan pemandian para istri Raja. Terdapat kolam di tengah bangunan yang artistik. Anda bisa menambah koleksi foto  lantaran setiap sudut kawasan ini terlihat instagramable untuk diabadikan lewat lensa kamera.

Untuk menikmati seluruh panduan perjalanan ini total dibutuhkan waktu sekitar 5 jam, untuk kembali lagi sampai ke Stasiun Tugu. Bisa kurang atau lebih, tergantung seberapa cepat kaki Anda melangkah, dan seberapa banyak Anda mampir dan menghabiskan waktu di masing-masing tempat.




Close Ads X