Gurih dan Pedasnya Ayam Goreng JJ...

Kompas.com - 17/05/2019, 14:07 WIB
Ayam goreng pedas  di J&J Cafe dan Resto, Kota Idi, Kabupaten Aceh TimurKOMPAS.com/MASRIADI Ayam goreng pedas di J&J Cafe dan Resto, Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur


ACEH TIMUR, KOMPAS.com – Gedung berbentuk rumah dan toko (ruko) berjejer dengan ruko lainnya di lintas nasional, Desa Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Jumat (15/5/2019).

Jika dari Medan menuju Banda Aceh, letaknya persisi di sisi kiri. Ruko itu berada di depan Masjid Lama, Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Catnya dominasi putih dan coklat. Itulah J & J Café dan Resto.

Sore itu, bangunan dua lantai itu dipenuhi pengunjung yang akan berbuka puasa. Sejak pukul 17.30 WIB, penganan telah diatur di atas meja sesuai dengan pesanan pelanggan.

Kafe itu didirikan Kamarullah dua tahun lalu. Saat ini, menjadi salah satu kafe ternyaman untuk tempat ngobrol di ibukota Kabupaten Aceh Timur itu. Hidangan andalan yang disajikan yaitu Ayam JJ.

Ayam itu merupakan ayam dibaluri dengan guyuran tepung goreng. Hasilnya lalu dipecah-pecahkan layaknya ayam penyet. Namun, dagingnya tak begitu hancur. Bentuk daging masih seperti utuh, semisal paha, dada, dan lain sebagainya.

Pengunjung menikmati makanan di J&J Cafe dan Resto, Kota Idi, Kabupaten Aceh TimurKOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung menikmati makanan di J&J Cafe dan Resto, Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur

Satu porsi ayam ini relatif besar dan bisa dikonsumsi untuk berdua. Harga seporsi ayam dijual Rp 25.000. Daging ayam diletakkan dalam satu piring.

”Ayam ini pedas. Ditambah cabai rawit goreng,” sebut Una, salah seorang pelayan di kafe itu.

Terlihat satu potong tahu dan tempe goreng diletakkan bersama dengan ayam goreng, Warna cabai rawit goreng terlihat jelas berbaur dengan warna ayam goreng dibaluri tepung yang kekuning-kuningan.

Begitu KompasTravel mencicipi ayam itu, rasanya memang sungguh pedas. Bagi Anda penggemar penganan pedas, tampaknya ini perlu dicoba. Daging nan empuk ditambah pedas yang luar biasa membuat pengunjung terus memesan ayam JJ itu.

“Ini menu favorit kami di sini,” jelas Una.

Pengunjung menikmati makanan di J&J Cafe dan Resto, Kota Idi, Kabupaten Aceh TimurKOMPAS.com/MASRIADI Pengunjung menikmati makanan di J&J Cafe dan Resto, Kota Idi, Kabupaten Aceh Timur

Una menjelaskan ayam JJ menjadi favorit karena lidah mayoritas masyarakat Aceh memang penggemar pedas. Oleh karena itu, ayam JJ cocok dengan selera masyarakat Aceh.

“Kalau mau yang kurang pedas juga ada menu ayam lainnya, bisa coba ayam goreng kami dan lainnya,” sebutnya.

Di luar, angin semilir pelan masuk ke kompleks bangunan itu. Dari teras hingga dalam bangunan tiga pintu itu penuh pengunjung.

Tak lama, dari depan bangunan terdengar suara bilal mengumumkan waktu berbuka puasa telah tiba.

Penasaran dengan ayam JJ? Silakan datang untuk mencoba.




Close Ads X