Berburu Tajil di Bazar Ramadhan Summarecon Emerald Karawang

Kompas.com - 20/05/2019, 04:09 WIB
Aneka makanan dan minuman tersaji di meja-meja di Bazar Ramadhan Summarecon Emerald Karawang (Sekar), Sabtu (18/5/3019) sore.

KOMPAS.com/FARIDA FARHAN Aneka makanan dan minuman tersaji di meja-meja di Bazar Ramadhan Summarecon Emerald Karawang (Sekar), Sabtu (18/5/3019) sore.

KARAWANG, KOMPAS.com - Aneka makanan dan minuman tersaji di meja-meja di Bazar Ramadhan Summarecon Emerald Karawang (Sekar). Menu itu cocok untuk Tajil berbuka puasa.

Ada Teh Tarik Abu Alif, Coklat Bonggol Pisang, Madu Hutan, Krupuk Sangrai Abah, Rengginang Comot, dan menu lainnya. Makanan dan minuman itu dibuat oleh sekitar 20 Usaha Mikro Kecil dan Menengah asal Karawang.

"Kami produksi sendiri," ujar Sekretaris Info UKM Karawang (Inuka) Sri Utami kepada KompasTravel di sela Bazar Ramadhan Sekar, Sabtu (18/5/2019) sore.

Makanan-makanan itu, kata Sri, dibuat di Karawang oleh para anggota Inuka. Tak hanya makanan khas Karawang, makanan kekinian hingga makanan khas dari wilayah lain juga dihadirkan. Tentunya dengan sentuhan khas dari para pembuatnya.

"Bisa juga menjadi obat rindu bagi warga luar Karawang dengan makanan dari daerah asalnya. Kalau makanan khas Karawang sudah tentu ada," katanya.

Selain produk-produk yang dibazarkan, tambahnya, ada beberapa olahan khas Karawang yang diproduksi para anggota Inuka, mulai dari Opak Cilamaya, pindang bandeng, otak-otak bandeng, udang crispy, srimping, hingga aneka minuman.

Bazar ramadhan itu digelar dari 18 Mei hingga 25 Mei 2019. Pada hari pertama, bazar digelar di area luar Marketing Galery Sekar. Namun pada 19-25 Mei, bazar digelar di area dalam Marketing Gallery. Bazar ini buka mulai pukul 10.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Executive Director PT Summarecon Agung Tbk Albert Luhur mengungkapkan, Sekar mempersilakan para UMKM yang tergabung dalam komunitas Inuka memasarkan hasil produk mereka kepada para pengunjung. Hal itu sebagai apresiasi Sekar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Karawang, khususnya UMKM.

"Ini bentuk apresiasi kami, dan 100 persen keuntungan dari hasil penjualan untuk para UMKM," katanya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X