Temmu, Hostel Instagramable nan “Hangat” di Bandung

Kompas.com - 20/05/2019, 11:22 WIB
Salah satu yang menarik dari Hostel Temmu Co Living di Bandung adalah pemandangan dari rooftopnya. Dok TEMMU CO LIVINGSalah satu yang menarik dari Hostel Temmu Co Living di Bandung adalah pemandangan dari rooftopnya.

“Itulah mengapa kami ingin memastikan mereka bisa menikmati jalan-jalan. Dengan biaya murah (hostel), kami berikan kualitas penginapan tidak murahan,” ujar Lutfi kepada Kompas.com akhir pekan lalu di Bandung.

Lutfi menjelaskan, Temmu Co Living miliki 52 bunkbed (12 khusus wanita terpisah), 4 kamar Ensuite dengan 2 Twin Bed dan 2 Queen Bed. Harga yang ditawarkan untuk bunkbed Rp 150.000 per malam. Namun untuk Ramadhan ini, ada promo menjadi Rp 125.000 per malam.

Sesuai konsep dan target yang ingin dicapai, Temmu adalah hostel yang mengincar pelancong dengan jadwal wisata padat. Atau pekerja yang sekadar menghadiri meeting di Bandung untuk satu hari.

“Pengunjung kami beragam baik dari luar kota hingga pelancong luar negeri seperti Korea dan Amerika Serikat. Biasanya mereka menginap 1-4 malam,” ucapnya.

Kehangatan Temmu

Konsep lain yang ditawarkan Temmu adalah hangatnya sosialisasi antar penghuni. Lutfi mengatakan, sesuai namanya, Temmu yang berarti bertemu, tidak sekadar tempat menginap.

“Temmu diharapkan menjadi tempat bertemunya beberapa pelancong dengan beragam kesamaan seperti petualangan hingga sebagai ajang berbagi pengalaman dan cerita, sehingga suasana hangat dirasakan ketika tamu menginap di Temmu,” tuturnya.

Untuk membangun interaksi di antara tamu, pihaknya tidak menyediakan televisi di area terbuka hostel. Dengan cara itu ia berharap, tamu yang sedang menghabiskan waktu di lobby dan tempat makan dapat menjalin komunikasi sekaligus keakraban.

Hal itupun berlaku bagi petugas hostel. Pihaknya memilih pekerja lokal agar mengetahui seluk beluk Kota Bandung dan sekitarnya. Jadi, jika pengunjung ingin bertanya seputar hostel dan Kota Bandung, petugasnya akan dengan fasih menjelaskan.

Temmu Co Living di Bandung tidak menyediakan televisi di ruang publiknya. Hal ini sebagai upaya terciptanya interaksi di antara para pelancong. Dok TEMMU CO LIVING Temmu Co Living di Bandung tidak menyediakan televisi di ruang publiknya. Hal ini sebagai upaya terciptanya interaksi di antara para pelancong.
Untuk memudahkan informasi, pihaknya pun menyimpan semacam papan pengumuman berupa kaca yang cantik di samping lobby. Di sana pengunjung akan melihat daftar wisata kuliner dan tempat wisata di Bandung.

Pengunjung juga bisa berselancar dari tab yang disiapkan di bawah pengumuman tersebut. Selain berisi daftar kuliner dan tempat wisata, pengunjung pun bebas menuliskan testimoninya terhadap Temmu.

“Kami juga memberikan jaringan internet yang kenceng, karena milenial pasti membutuhkannya untuk berselancar, posting di media sosial, dan lainnya,” pungkasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X