Kompas.com - 24/05/2019, 14:11 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sejumlah pegiat literasi yang tergabung dari pelbagai komunitas yang ada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar kegiatan "Ngabuburit Literasi" untuk mengisi waktu luang selama bulan Ramadhan.

Kali ini, kegiatan tersebut mereka gelar sembari menyusuri Sungai Kapuas menggunakan kapal wisata, Kamis (23/5/2019). Tentunya sambil membaca cerita pendek dalam buku berjudul: "Demikianlah pada Mulanya".

Buku kumpulan cerita pendek berjudul: "Demikianlah pada Mulanya" ini adalah sebuah buku karya sastra yang ditulis Yusakh Ananda. Sastrawan senior di Kalbar. Walau baru terbit pada tahun 1980, namun, penulisan karya tersebut mulai pada rentang tahun 1940-an.

Satu di antara pegiat literasi, Hera mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat tergerak hati dan keinginannya untuk membaca buku, tidak hanya di atas kapal, tapi di mana saja.

"Menyenangkan apabila kesadaran membaca bisa dilakukan di mana saja tumbuh di benak masyarakat kita," kata Hera.

Menurut dia, tujuan kegiatan kali ini terasa lebih spesial dan berciri khas. Karena memadukan ciri khas Kota Pontianak, dengan keindahan, fenomena dan sejarah daerah-daerah di tepian sungai, serta lebih mengenalkan dan menghargai karya-karya sastra daerah Kalbar.

Mereka memulai menyusuri Sungai Kapuas menggunakan kapal wisata yang bersandar di Taman Alun-alun Kapuas, yang dahulu dikenal dengan Taman Larrive (Larrive Park), kemudian dilanjutkan ke Waterfront City. Kegiatan tersebut dikemas sekaligus dengan buka puasa bersama.

“Saya senang, ini pertama kali saya mengikuti kegiatan literasi yang berbeda, membaca di atas kapal wisata sekaligus menyusuri Sungai Kapuas," sambung Hari, salah satu perserta.

Dia berkeinginan, kegiatan seperti ini terus digalakkan karena bisa menjadi salah satu bentuk upaya dalam mengampanyekan budaya membaca di kalangan masyarakat Kota Pontianak.

"Kegiatan seperti ini semoga bisa dilakukan rutin setiap bulannya. Dengan bentuk yang sederhana namun nyata dan berkelanjutan," ucapnga.

Pegiat literasi lain, Ahmad Sofian mengatakan, yang terpenting juga dalam kegiatan ini adalah semua pegiat dilibatkan dalam kontribusi pendanaan. Dimulai dari membeli penganan untuk buka puasa, sampai membayar biaya naik kapal wisata dan lainnya.

Dia berharap akan banyak pihak yang terlibat dan akan disesuaikan dengan momentum Idul Fitri.

"Mudah-mudahan kita dapat menggelar silaturahim sastra dan budaya. Yakni para penulis, sastrawan atau pegiat literasi yang muda akan mengunjungi, 'berlebaran' ke penulis yang lebih tua," kata Ahmad Sofian. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

4 Wisata Banyuwangi dengan Nuansa KKN di Desa Penari 

Travel Update
Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Kawah Ijen via Bondowoso, Perjalanan Melalui Kaldera Gunung Api Purba

Jalan Jalan
Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Citilink Tambah Rute dari Medan ke Aceh, Gunungsitoli, dan Sibolga PP

Travel Update
Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Panduan Car Free Day Jakarta, Khusus untuk Olahraga dan Tanpa PKL  

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.