Kompas.com - 26/05/2019, 15:01 WIB
Hutan Pinus Mangunan di Bantul, DI Yogyakarta. KOMPAS.com/MARKUS YUWONOHutan Pinus Mangunan di Bantul, DI Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Wisata hutan pinus, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menjadi salah satu pilihan pemudik untuk menikmati suasana kesejukan.

Ada belasan lokasi di sekitar hutan pinus yang bisa dinikmati saat pagi, siang ataupun malam.

Menyambut libur Lebaran 2019, pengelola 11 obyek wisata alam, Koperasi Noto Wono terus berbenah dengan menciptakan spot baru untuk berswafoto yang instagramable.

Baca juga: Hutan Pinus Mangunan, Tempat “Ngadem” nan Fotogenik di Jogja

Ketua Koperasi Noto Wono, Purwo Harsono mengatakan pengunjung sekitar hutan pinus bisa menikmati keindahan alam melihat waktu yang tepat.

Untuk pagi atau subuh pengunjung bisa mengunjungi Bukit Panguk Kediwung. Pengunjung disarankan berangkat pada subuh atau dinihari untuk mendapatkan spot foto yang bagus dengan latar belakang kabut.

Baca juga: Berangan-angan di Hutan Pinus Mangunan

"Pengunjung jangan sampai (berangkat) lebih dari jam 07.00 WIB. Jadi kebanyakan pengunjung datang sudah agak siang, jadi bingung kok spot fotonya berbeda dengan yang ada di instagram, sudah tidak ada kabutnya," katanya ditemui Kompas.com di Mangunan, Sabtu (25/5/2019).

Pengunjung berjalan di antara pohon pinus di Hutan Pinus MangunanKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Pengunjung berjalan di antara pohon pinus di Hutan Pinus Mangunan
Untuk siang hari, pengunjung bisa menikmati kesejukan hutan pinus, dan juga spot foto menarik seperti di seribu batu, Puncak Becici, Pinus Asri dan beberapa lokasi lainnya.

Kawasan hutan pinus memiliki lokasi foto menarik karena setiap pengelola memiliki bentuk yang berbeda. Sehingga akan memberikan kesan tersendiri saat berkunjung ke masing-masing lokasi.

Baca juga: 3 Kuliner Wajib Coba saat Liburan ke Bantul Yogyakarta

Sore harinya pengunjung bisa memilih Lintang Sewu karena memiliki panorama yang luas untuk melihat wilayah Yogyakarta dari ketinggian.

Selain itu, bisa menyaksikan matahari terbenam. Pengunjung bisa juga memilih spot yang menarik disana.

"Untuk malam harinya pengunjung bisa memilih di Pengger, karena jarak dengan kota relatif dekat. Bisa melihat kelap kelip lampu dari ketinggian," katanya.

Baca juga: Mencicipi Sate Kuda di Bantul

Pinus Pengger memang mengedepankan konsep spot foto yang terbuat dari ranting pohon lantana camara. Menurut Sumar, ada alasan khusus mengapa ranting dipilih sebagai bahan baku untuk membuat spot foto dengan beragam bentuk.

Hutan Pinus MangunanKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Hutan Pinus Mangunan
Salah satu spot itu berupa replika tangan yang sedang mengacungkan jempol. "Ada 7 spot foto dengan beragam bentuk telapak tangan, jempol, jembatan setengah lingkaran," ujarnya.

Untuk biaya yang dikeluarkan pengunjung setiap lokasinya antara Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per orang. Selain itu mempersiapkan diri untuk membayara parkir kendaraan. Pihaknya juga sudah mempersiapkan diri dengan membangun toilet yang lebih baik di beberapa titik.

Ke depan, lanjut Purwo, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata agar melengkapi sarana dan prasarana yang ada. Sehingga bisa lebih lengkap untuk menunjang kunjungan.

Rute Kunjungan Wisata Saat Lebaran

Purwo menjelaskan, dari rapat koordinasi yang dilakukan bersama dinas terkait dan Kepolisian.

Untuk mencegah kecelakaan pengunjung hutan pinus saat musim libur lebaran tahun ini dianjurkan melalui jalur utara. Yakni melalui Piyungan, menuju Patuk, dan dilanjutkan ke sekitar hutan pinus.

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Festival Kesatuan  Pengelolaan Hutan (KPH) tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan di hutan pinus Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Jumat (28/9/2018)Kompas.com/Markus Yuwono Presiden Joko Widodo saat menghadiri Festival Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) tingkat Nasional dan Pameran Usaha Kehutanan di hutan pinus Desa Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Jumat (28/9/2018)
Meski diakuinya, untuk jalan dari Imogiri, pemerintah sudah melebarkan, tetapi dari hasil koordinasi untuk mencegah kecelakaan karena tanjakan dan tikungan, pengunjung diarahkan dari pintu sisi utara.

"Nantinya saat pulang pun harus melewati Patuk. Tidak direkomendasikan lewat Imogiri ataupun Cinomati," kata Purwo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.