Kompas.com - 28/05/2019, 13:02 WIB
Ndalem Sumohamijayan yang merupakan venue PON Pertama di Kota Solo 1948 untuk cabang olah raga panahan dan tenis. Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaNdalem Sumohamijayan yang merupakan venue PON Pertama di Kota Solo 1948 untuk cabang olah raga panahan dan tenis.

Selanjutnya peserta menuju tempat kedua, yakni Ndalem Sumohamijayan. Bentuk ndalem ini masih sama seperti sebelumnya, hanya saja kondisinya cukup tidak terawat dengan beberapa bagian bangunan yang sudah rapuh.

Berbeda dengan Ndalem Sasono Mulyo, saat ini Ndalem Sumohamijayan sudah tidak lagi dugunakan untuk tempat penyelenggaraan acara. Hal itu karena kondisi bangunan yang sudah tidak begitu baik.

Meski demikian, Ndalem Sumohamijayan merupakan tempat bersejarah karena di sinilah venue PON pertama di Kota Solo tahun 1948 untuk cabang olah raga tenis dan panahan.

Sampai saat ini, lapangan untuk cabang olah raga tenis PON I Solo tahun 1948 masih bisa dijumpai, bahkan masih digunakan untuk berolah raga. Sementara venue panahan ada di pekarangan belakang.

Ndalem yang Lebih Tua dari Keraton Surakarta

Tujuan selanjutnya adalah Ndalem Purwodiningratan. Pemandu dari Soerakartawalkingtour, Muhammad Aprianto dan Bowni Prabowo menjelaskan jika ndalem ini telah ada sebelum Keraton Surakarta berdiri.

Ndalem Purwodiningratan menjadi tempat tinggal sementara Raja Surakarta saat itu, Pakubuwono II usai Boyong Kedhaton saat pusat kerajaan Mataram Islam berpindah dari Kartasura menuju Surakarta seperti sekarang.

Ndalem Purwodiningratan yang Lebih Tua dari Bangunan Keraton Surakarta.Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya Ndalem Purwodiningratan yang Lebih Tua dari Bangunan Keraton Surakarta.
Meski sudah dibangun, Keraton Surakarta saat itu masih belum jadi sehingga raja sementara tinggal di Ndalem Purwodiningratan. Saat ini, cagar budaya tersebut masih dihuni oleh keturunan Pangeran Purwodiningrat (anak Raja Pakubuwana IV).

Perjalanan dilanjutkan ke Ndalem Mangkubumi. Namun peserta hanya sekadar berkunjung di depan dan tidak masuk ke dalam. Hal itu karena pintu gerbang menuju ndalem ini tertutup rapat.

Baca juga: Melihat Kemeriahan Acara Kirab Peringatan Naik Tahta Raja Surakarta

Ndalem Mangkubumi menjadi tempat terakhir yang dikunjungi oleh peserta rombongan saat itu. Meski hanya mengunjungi empat ndalem, sebenarnya masih ada rumah-rumah pangeran lain yang tersebar di luar tembok baluwarti Keraton Surakarta.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

. Berjalan bersama mengitari Baluwarti dan berkunjung ke beberapa nDalem Pangeran membuat kita mengerti. Kiprah dan eksistensi Kraton Kasunanan ternyata menyimpan ragam kisah sejarah dibalik nDalem Pangerannya yang sangat berharga. . Terima kasih! Buat semangat dan partisipasinya temen-temen kmrn yang meluangkan waktunya utk ngabuburit bareng. . Selamat berpuasa dan beraktifitas kembali! . See you ! . PS : Terima kasih pula utk Pak Ratman, berkatnya, kita bs masuk ke nDalem Suryahamijayan. . #explorekotasolo #exploreindonesia #lakulampah #soerakartawalkingtour #ndalempangeran #walkingtourramadan #trip #travel #ayokesolo #pariwisatasolo #kotasolo #visitjateng #jelajahsolo #takitaki

A post shared by soerakartawalkingtour (@soerakartawalkingtour) on May 25, 2019 at 6:58pm PDT

Acara jalan-jalan sambil belajar sejarah seputar Kota Surakarta biasanya diadakan oleh komunitas Soerakartawalkingtour setiap akhir pekan. Info waktu dan tempat akan dirilis di akun instagram @soerakartawalkingtour.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X