Penting Buat Kamu! 7 Tips Anti Mabuk saat Mudik Naik Bus

Kompas.com - 29/05/2019, 08:05 WIB
Pemudik menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (25/6/2019) malam. Sejumlah pemudik tujuan berbagai daerah di Sumatera dan Pulau Jawa memilih mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan dan lonjakan harga tiket menjelang Lebaran 2019. ANTARA FOTO/RAHMADPemudik menuju bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (25/6/2019) malam. Sejumlah pemudik tujuan berbagai daerah di Sumatera dan Pulau Jawa memilih mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan dan lonjakan harga tiket menjelang Lebaran 2019.

KOMPAS.com – Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk bisa pulang kembali ke kampung halaman saat Idul Fitri. Selain menggunakan kendaraan pribadi, banyak pemudik yang menggunakan sarana transportasi umum.

Bus menjadi salah satu sarana transportasi umum yang banyak digunakan pemudik untuk pulang ke kampung halamannya. Namun, salah satu kendala saat naik bus biasanya adalah mabuk darat.

Baca juga: Mudik ke Solo, Jangan Lewatkan Naik Kereta Uap Kuno Jaladara

Buat kamu yang sering mabuk saat naik bus, nih simak tipsnya.

1. Tidur yang cukup

Cukup tidur tak hanya berlaku bari para pengemudi kendaraan. Kamu juga harus cukup tidur sebelum memulai perjalanan mudik. Hal itu salah satunya bermanfaat agar badanmu tetap segar saat perjalanan dimulai.

Selain itu, cukup tidur juga bisa mengurangi mual dan pusing saat naik bus. Sebaliknya, kurang tidur bisa memicu pusing dan mual, bahkan saat tidak melakukan perjalanan sekalipun.

2. Wajib makan

Selain tidur cukup, bagi kamu yang sedang berpuasa hendaknya juga tidak melewatkan makan sahur. Hal itu penting karena makan sahur merupakan saat pengisian energi bagi mereka yang berpuasa agar tetap bugar sepanjang hari hingga berbuka.

Baca juga: 6 Hidangan Legendaris Solo di Pasar Gede

Selain itu, hendaknya hindari sahur dengan makanan berlemak jika akan mudik dengan naik bus. Pemilihan menu sahur itu bermanfaat agar pencernaan tidak terlalu berat sehingga meminimalkan rasa mual.

3. Pilih tempat duduk bagian tengah, hindari sekitar roda

Supaya tak mabuk darat saat mudik naik bus, pemilihan tempat duduk penting untuk dilakukan. Kamu bisa pilih tempat duduk terbaik yaitu bagian tengah bus. Usahakan untuk sebisa mungkin memilih posisi tersebut.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).
Duduk di tengah membuat guncangan bus tidak tidak terlalu keras. Guncangan yang semakin minim turut meminimalkan munculnya rasa mual dan pusing.

Sebaliknya, posisi dengan guncangan paling keras biasanya ada di sekitar roda bus. Jika semakin keras goncangan, hal itu menyebabkan rasa mual dan pusing lebih besar kemungkinannya untuk muncul.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Travel Tips
Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Travel Tips
Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Jalan Jalan
Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Promo Diskon
Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Whats Hot
Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Whats Hot
Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Jalan Jalan
Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Travel Tips
Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Whats Hot
Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Whats Hot
Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Whats Hot
PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Whats Hot
PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

PHRI: Langkah Pemerintah Berikan Dana Hibah itu Bagus, Kami Apresiasi

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X