Kamu Suka Batik? Sambangi Tempat Ini jika Melintasi Jalur Pantura

Kompas.com - 29/05/2019, 13:02 WIB
Sejumlah perajin mewarnai kain batik khas Betawi menggunakan Canting di Sanggar Batik Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018 Sejumlah motif batik berhasil diproduksinya antara lain, motif buah mengkudu yang menjadi ikon Batik Betawi Terogong hingga motif ondel-ondel, tugu monas, penari yapong, kembang sepatu dan masih banyak motif lainnya yang menjadi ciri khas Jakarta.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Sejumlah perajin mewarnai kain batik khas Betawi menggunakan Canting di Sanggar Batik Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018 Sejumlah motif batik berhasil diproduksinya antara lain, motif buah mengkudu yang menjadi ikon Batik Betawi Terogong hingga motif ondel-ondel, tugu monas, penari yapong, kembang sepatu dan masih banyak motif lainnya yang menjadi ciri khas Jakarta.

KOMPAS.com - Ketika memasuki musim libur lebaran, rute perjalanan di sejumlah jalur mudik selalu ramai kendaraan. Tak heran, keramaian tersebut menjalar hingga lalu lintas macet atau padat merayap yang membuat para pengendara penat di perjalanan.

Untuk mengusir kepenatan itu, menyambangi beberapa rekomendasi destinasi wisata di jalur mudik mungkin bisa menjadi salah satu pilihan, apalagi ketika badan terasa lelah karena memacu kendaraan dengan jarak yang cukup jauh.

Salah satu jalur mudik yang memiliki destinasi wisata adalah pantai utara Jawa atau biasa disebut pantura. Ada berbagai tempat yang bisa disambangi, mulai dari pantai, kampung wisata, museum, hingga tempat belanja oleh-oleh.

Khusus untuk Kamu para pecinta batik atau yang sedang mengincar batik sebagai oleh-oleh mudik, berikut KompasTravel menghimpun tempat serba batik di sekitar jalur Pantura Jawa.

1. Kampung Batik Trusmi

Perajin batik tulis di sanggar batik Katura, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (25/9/2013). Lama pembuatan batik sekitar 100 hari dengan harga jual batik tulis halus berkisar Rp 3 juta hingga Rp 15 juta.  KOMPAS/AGUS SUSANTO Perajin batik tulis di sanggar batik Katura, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (25/9/2013). Lama pembuatan batik sekitar 100 hari dengan harga jual batik tulis halus berkisar Rp 3 juta hingga Rp 15 juta.

Hamparan batik Cirebon yang dikerjakan oleh sekitar 1.000 perajin batik setiap harinya siap menyambut Kamu ketika menyambangi Kampung Batik Trusmi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Motif yang paling diburu masyarakat di sentra batik Cirebon ini adalah megamendung yang menyerupai awan dan memiliki warna tegas dan corak khas. 

Baca juga: 5 Pantai di Sekitar Jalur Mudik Pantura, Cocok untuk Mampir

Sampai saat ini, Kampung Batik Trusmi kerap berinovasi dalam memodifikasi berbagai konsep untuk menghasilkan karya batik yang modern. Motif megamendung sendiri merupakan pencampuran budaya Tiongkok dan Islam era Wali Songo.

Harga batik di sini cukup terjangkau, tergantung jenis dan tingkat kesulitan membuatnya. Untuk batik katun cap, harganya bisa tak sampai Rp 100.000. Ini berbeda dengan kain batik tulis yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Lokasinya sendiri berada di Gedung Kantor Pasar Batik Trusmi Lantai 2 Sekretariat Kampung UKM Digital Pasar Batik Trusmi Desa, Jalan Otto Iskandardinata, Kecamaten Weru, Kabupaten Cirebon.

2. Museum Batik Pekalongan

Museum Batik Pekalongan menjadi salah satu ikon Kota Pekalongan. Museum yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Juli 2006 ini menempati bekas Gedung Balai Kota Pekalongan di Jalan Jetayu nomor 1, Kota Pekalongan. Fasilitas yang dimiliki museum ini terdiri dari ruang koleksi batik, ruang perpustakaan, kedai batik, ruang workshop batik, ruang pertemuan, dan ruang konsultasi atau pelayanan hak kekayaan intelektual (HKI).

Josephus Primus Museum Batik Pekalongan menjadi salah satu ikon Kota Pekalongan. Museum yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Juli 2006 ini menempati bekas Gedung Balai Kota Pekalongan di Jalan Jetayu nomor 1, Kota Pekalongan. Fasilitas yang dimiliki museum ini terdiri dari ruang koleksi batik, ruang perpustakaan, kedai batik, ruang workshop batik, ruang pertemuan, dan ruang konsultasi atau pelayanan hak kekayaan intelektual (HKI).

Sesuai namanya, museum ini menyuguhkan berbagai jenis koleksi kerajinan batik kepada pengunjung di ruangan pameran terbuka dan yang terkunci di lemari kaca, terutama batik lawas bernilai tinggi.

Museum Batik Pekalongan juga menyimpan koleksi batik asal luar Pulau Jawa, diantaranya Batik Bengkulu motif Besurek, Batik Riau motif Dhlorong Kembang, Batik Madura motif Ayam Alas Latar Banji, dan Batik Kalimantan Timur motif Aso Kepala Tumpal Pasung.

Kemudian ada juga batik bernilai asal mancanegara seperti Batik Malaysia, Batik India motif Tiruan Patola, dan Batik Sri Lanka.

Baca juga: Unboxing Kuliner Jalur Pantura, dari Warteg sampai Garang Asem

Tak hanya itu, museum ini juga memamerkan alat tenun tradisional bukan mesin (ATBM) dan berbagai peralatan untuk mengolah kain menjadi batik siap pakai yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pekalongan.

Lokasi Museum Batik Pekalongan berada di Jalan Jetayu nomor 1, Pekalongan, Jawa tengah dengan tiket masuk seharga Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk pelajar. Museum beroperasi setiap hari dari pukul 08.00 sampai 15.00.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X