4 Hal yang Pasti Kamu Temukan saat Mudik Lewat Jalur Pantura

Kompas.com - 30/05/2019, 07:03 WIB
Kendaraan terjebak macet di Jalur Pantura Tegal, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2018). Memasuki H+2, volume arus balik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di jalur Pantura mulai meningkat yang mengakibatkan kemacetan panjang mencapai lima kilometer. ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAHKendaraan terjebak macet di Jalur Pantura Tegal, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2018). Memasuki H+2, volume arus balik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di jalur Pantura mulai meningkat yang mengakibatkan kemacetan panjang mencapai lima kilometer.

PANTURA, KOMPAS.com - Buat kamu yang mudik, Jalur Pantai Utara ( Pantura) Jawa pasti menjadi salah satu pilihan untuk mudik dalam rangka merayakan libur Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman. Pilihannya mulai dari roda empat maupun roda dua. Tak jarang pula, pemudik memilih transportasi umum untuk pergi ke tempat tujuan.

Kamu yang melintasi jalur Pantura akan selalu menemukan beberapa hal yang mungkin sudah menjadi pemandangan umum. Berikut KompasTravel menghimpun empat hal yang selalu ditemukan saat melintasi Jalur Pantura:

1. Banyak pemandangan pantai

Pantai Alam Indah, Tegal, hasil jepretan Asus ZenFone Zoom S dengan lensa bersudut pandang normal (bukan tele).
Kompas.com Pantai Alam Indah, Tegal, hasil jepretan Asus ZenFone Zoom S dengan lensa bersudut pandang normal (bukan tele).
Sesuai dengan namanya, jalur mudik pantura menyuguhkan banyak pantai yang bisa dilihat para pelintas di sisi kendaraan.

Kamu bisa rehat sejenak di beberapa pantai dengan menikmati hamparan laut yang biru, bermain air dengan keluarga, atau bersantai mencicipi hidangan laut di pinggir pantai yang menggugah selera.

Kehadiran pantai ini juga bisa dijadikan objek foto menarik untuk diunggah di media sosial sebagai edisi libur lebaran.

2. Limpahan wisata kuliner

Berbeda dengan empal gentong, hidangan ini disebut empal asem, yang juga merupakan kuliner khas Cirebon, di Sate Kambing Muda Haji Apud.KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Berbeda dengan empal gentong, hidangan ini disebut empal asem, yang juga merupakan kuliner khas Cirebon, di Sate Kambing Muda Haji Apud.
Karena melewati banyak kota di Pulau Jawa, kamu yang melintasi jalur pantura juga disuguhkan dengan destinasi kuliner yang banyak pula.

Kamu bisa menikmati berbagai kudapan khas dari ragam kota yang terdapat di Jalur Pantura saat lelah berkendara atau dibeli untuk dijadikan oleh-oleh untuk tetangga di sekitar rumah.

3. Banyak obyek wisata

Museum Batik Pekalongan menjadi salah satu ikon Kota Pekalongan. Museum yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Juli 2006 ini menempati bekas Gedung Balai Kota Pekalongan di Jalan Jetayu nomor 1, Kota Pekalongan. Fasilitas yang dimiliki museum ini terdiri dari ruang koleksi batik, ruang perpustakaan, kedai batik, ruang workshop batik, ruang pertemuan, dan ruang konsultasi atau pelayanan hak kekayaan intelektual (HKI).

Josephus Primus Museum Batik Pekalongan menjadi salah satu ikon Kota Pekalongan. Museum yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 12 Juli 2006 ini menempati bekas Gedung Balai Kota Pekalongan di Jalan Jetayu nomor 1, Kota Pekalongan. Fasilitas yang dimiliki museum ini terdiri dari ruang koleksi batik, ruang perpustakaan, kedai batik, ruang workshop batik, ruang pertemuan, dan ruang konsultasi atau pelayanan hak kekayaan intelektual (HKI).
Wisata alam, budaya, hinga tempat rekreasi keluarga siap membasmi kepenatan kamu ketika melalui lintasan panjang, jalur mudik Pantura di siang bolong maupun malam hari.

Selain itu, tempat wisata di Pantura juga bisa memberikan pengalaman menarik di perjalanan mudik.

Sebut saja tempat wisata Museum Batik di Pekalongan, kamu bisa mempelajari cara pembuatan batik sekaligus menambah wawansan keindahan batik lokal yang dipamerkan di sana.

4. Perbaikan jalan

Perbaikan jalan di pantura Kendal. Kompas.Com / slamet priyatin Kontributor Kendal, Slamet Priyatin Perbaikan jalan di pantura Kendal. Kompas.Com / slamet priyatin
Entah kebetulan atau tidak, kamu pasti enemui setidaknya satu perbaikan jalan di Jalur Pantura. Entah itu menambal jalan, mengaspal, atau perlebaran jalan.

Perbaikan jalan di Pantura memang kerap dilakukan yang biasanya bertujuan untuk mempersiapkan jalur Pantura agar pemudik dapat nyaman dan aman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X