5 Hal yang Harus Kamu Lakukan saat Berwisata ke Borobudur

Kompas.com - 01/06/2019, 22:05 WIB
Pengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOPengunjung menerbangkan lampion perdamaian saat perayaan Waisak 2563 BE/2019 di Taman Lubini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (19/5/2019). Pelepasan ribuan lampion itu merupakan simbol perdamaian serta menjadi rangkaian perayaan Tri Suci Waisak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Candi Borobudur masih menjadi destinasi wisata favorit saat singgah ke Magelang, Jawa Tengah. Candi Buddha terbesar di dunia ini memang punya daya tarik tersendiri.

Namun tak ada salahnya ketika berkunjung ke Borobudur mengetahui beberapa hal penting, terutama soal aturan untuk menjaga kondisi candi yang jadi Situs Warisan Budaya Dunia dari UNESCO. Berikut adalah panduan untuk kamu yang ingin libur ke Candi Borobudur:

1. Lebih baik sewa pemandu wisata

Sayang rasanya jika ke Candi Borobudur hanya untuk foto-foto. Ada banyak kisah menarik dari Candi Borobudur yang dapat dipelajari dan melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Ada banyak pemandu wisata local di Candi Borobudur. Masing-masing pemandu wisata memiliki gaya dan cara penyampaian kisah Candi Borobudur sendiri-sendiri. Dengan pemadnu wisata, kamu bisa mendapatkan ilmu tambahan maupun pengalaman baru.

2. Kunjungan kelompok

Pihak Candi Borobudur akan mengatur kunjungan secara kelompok dengan jumlah minimal 30 orang. Setiap kelompok akan didampingi petugas yang akan mengarahkan jalur kunjungan selama di Candi Borobudur.

Jalur kunjungan. Kini jika berkunjung ke Candi Borobudur, maka terdapat jalur yang disesuaikan dengan jam kunjungan. Terdapat dua jalur kunjungan yaitu jalur kuning dan jalur hijau. Hal ini agar mengatur pergerakan wisatawan sehingga tidak menumpuk di satu tempat

3. Penting! jangan memanjat dan duduk di stupa

Ada banyak stupa dan patung di Candi Borobudur. Saat di Candi Borobudur, kamu jangan memanjat stupa, relief, maupun patung yang terdapat di dalamnya.

Jangan pula duduk di atasnya. Sebenarnya tanda petunjuk untuk larangan ini sudah terpampang jelas, tetapi masih banyak wisatawan yang melanggarnya.

Selain sebagai bentuk penghargaan terhadap Candi Borobudur, hal ini juga bagian dari pelestarian. Jangan lupa, batu-batu ini sudah berumur sangat tua dan pelan-pelan mulai terkikis.

4. Jaga lingkungan sekitar Borobudur

Jangan membuang sampah sembarangan, merokok di area Candi Borobudur, dan mencoret-coret candi. Jangan membawa makanan, senjata tajam, alat musik, dan hewan. Jagalah bangunan dan lingkungan Candi Borobudur, karena candi ini juga menjadi magnet wisatawan dari berbagai belahan dunia.

5. Waktu berkunjung

Waktu operasional mulai pukul 06.00 -17.00. Kamu ebaiknya datang di bulan Juni, Juli, atau Agustus. Sebab, di bulan-bulan ini cuaca cenderung cerah.

Namun, Candi Borobudur selalu cantik dikunjungi kapan pun, khususnya saat pagi hari. Namun, jika ingin melihat matahari terbit di Borobudur, kamu dapat membeli tiket melalui Hotel Manohara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

Jalan Jalan
Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Grojogan Kapuhan Magelang, Tempat Wisata Baru Mirip Air Terjun

Jalan Jalan
Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa itu?

Wehea-Kelay Dinilai Sukses Terapkan Konservasi Lintas Batas, Apa itu?

Whats Hot
Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Kisah Dua Perempuan Tangguh yang Gali Potensi Desa untuk Dukung Pariwisata Berkelanjutan

Whats Hot
De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

Jalan Jalan
25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

25 Tempat Wisata di Palembang, Cocok untuk Liburan

Jalan Jalan
Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Jalan Jalan
Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Rute dan Harga Menu di Watergong Klaten

Travel Tips
Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Watergong Klaten, Sungai Kotor yang Kini Jernih dan Penuh Ikan seperti di Jepang

Jalan Jalan
Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Museum Ahmad Yani, Saksi Bisu Perjalanan Sang Jenderal Korban G30S/PKI

Jalan Jalan
Kenapa Desa Wisata Harus Bersandingan dengan Desa Digital?

Kenapa Desa Wisata Harus Bersandingan dengan Desa Digital?

Whats Hot
25 Tempat Wisata Manado dan Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

25 Tempat Wisata Manado dan Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Paket Baru Wisata Candi Borobudur, Sarapan dengan Pemandangan Candi hingga Gunung

Paket Baru Wisata Candi Borobudur, Sarapan dengan Pemandangan Candi hingga Gunung

Whats Hot
Wisata Pantai Ngur Sarnadan Kepulauan Kei, Berbaur dengan Warga Lokal

Wisata Pantai Ngur Sarnadan Kepulauan Kei, Berbaur dengan Warga Lokal

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata di Vanuatu, Negara Paling Bahagia di Dunia

5 Tempat Wisata di Vanuatu, Negara Paling Bahagia di Dunia

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X