Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Raja Ampat Menurun

Kompas.com - 06/06/2019, 14:10 WIB
Peserta media famtrip dari Perancis yang diundang Kementerian Pariwisata di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Peserta media famtrip dari Perancis yang diundang Kementerian Pariwisata di Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (5/5/2016). Untuk melihat panorama bahari ini, wisatawan harus menaiki 320 anak tangga, sebelum akhirnya rasa capek terbayar begitu melihat keindahan Pianemo dari atas bukit.

WAISAI, KOMPAS.com - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, mengalami penurunan sekitar 30 persen karena tingginya harga tiket pesawat ke Papua.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo di Waisai, Rabu (5/6/2019) mengatakan bahwa tingginya harga tiket pesawat ke Papua sangat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke Raja Ampat.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Pemerintah Didorong Terapkan Open Sky

Dia mengatakan, mahalnya harga tiket pesawat menjadi keluhan insan pariwisata di seluruh wilayah Indonesia bukan hanya Kabupaten Raja Ampat.

Yusdi mengakui, setahun terakhir jumlah kunjungan wisatawan asing maupun domestik yang berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat mengalami penurunan sekitar 30 persen.

"Banyak wisatawan yang sudah mendaftar untuk berkunjung ke Kabupaten Raja Ampat membatalkan kunjungan karena harga tiket pesawat sangat mahal," ujarnya.

Karena itu, dia berharap agar harga tiket pesawat ke Papua terutama kota Sorong dan Raja Ampat diturunkan dengan nilai yang wajar dan dapat dijangkau sehingga kunjungan wisatawan ke Raja Ampat meningkat.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dengan melakukan promosi baik dalam maupun luar negeri serta menggelar berbagai Festival.

"Meskipun promosi dan berbagai event dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Raja Ampat, jika harga tiket pesawat tetap mahal target tidak akan tercapai," ujarnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X