5 Oleh-oleh Khas Purwakarta yang Tak Boleh Kamu Lewatkan

Kompas.com - 08/06/2019, 09:00 WIB
Rengginang khas Purwakarta Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Rengginang khas Purwakarta

KOMPAS.com - Ada begitu banyak pilihan oleh-oleh khas Purwakarta, Jawa Barat. Jika kamu berkunjung ke Purwakarta untuk mudik atau sekadar berwisata mengisi libur Lebaran, jangan lupa membeli aneka oleh-oleh khas Purwakarta.

Kamu bisa mendatangi Galeri Menong, sentra oleh-oleh Purwakarta yang berlokasi di Jl. Veteran No. 134, Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Ada banyak produk dari berbagai UMKM yang dijual di toko ini.

Pilihannya mulai dari aneka camilan, suvenir, kain, kerajinan tanah liat, hingga baju. Berikut beberapa pilihan oleh-oleh khas yang bisa kamu beli.

1. Semprong

Selain simping, Purwakarta juga terkenal dengan semprong. Beda dengan simping, semprong berbentuk tabung panjang. Teksturnya garing dengan rasa yang gurih atau manis.

Simping khas PurwakartaKompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Simping khas Purwakarta
2. Simping

Renyah saat dimakan, simping merupakan camilan khas Purwakarta. Bahan pembuatan simping adalah menggunakan tepung terigu, bumbu, dan perasa.

Bentuknya pipih, bulat, dan tipis. Rasa simping umumnya gurih, tetapi kerap juga diberi isian gulali. Kini simping hadir dengan varian rasa yang beragam seperti keju, cabai, dan kelapa. Namun rasa asli simping adalah rasa kencur.

3. Rengginang

Rengginang merupakan camilan renyah lainnya yang juga menjadi khas Purwakarta. Rengginang memang mudah ditemukan di daerah-daerah selain Purwakarta.

Bahan pembuatan yaitu nasi dan garam yang dijemur dalam terik matahari, lalu dicetak dan digoreng. Namun di Purwakarta, rengginang hadir dalam bentuk kekinian dengan rasa beragam dan warna-warni.

Sate maranggi PleredKompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Sate maranggi Plered

4. Sate Maranggi

Makanan khas Purwakarta tentu saja Sate Maranggi. Jika Anda datang dari kota yang tak jauh dari Purwakarta, misalnya Jakarta, sate maranggi bisa jadi oleh-oleh.

Asal usul sate maranggi berasal dari Plered. Anda bisa mengunjungi Kampoeng Sate Maranggi Plered yang berada di sebelah Stasiun Plered, yang berlokasi di Jl. Raya Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Ada sekitar lebih dari 50 pedagang sate maranggi. Jangan lupa bungkus pula saus kacang dan saus kecap untuk sate maranggi, bungkus terpisah dari satenya. Saus-saus ini berbeda dari saus sate pada umumnya.

Keramik khas Plered, PurwakartaKompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Keramik khas Plered, Purwakarta

5. Keramik Plered

Masih di kawasan Plered, ada banyak pengrajin keramik yang menjual aneka produk terbuat dari tanah liat.

Di sepanjang Jl. Raya Anjun-Plered-Purwakarta, Anjun, Plered, begitu banyak toko menjual kerajinan keramik seperti guci, gelas, vas bunga, dan lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan, Bawa Pakaian Lebih Banyak

5 Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan, Bawa Pakaian Lebih Banyak

Travel Tips
Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Travel Tips
Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Berapa Estimasi Biaya dari Jakarta ke Bromo Naik Transportasi Umum?

Travel Tips
Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Bali Jadi Destinasi Bulan Madu Nomor Satu di Dunia

Jalan Jalan
Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Tren Baru Saat Pandemi: Work From Hotel dan Apartemen

Promo Diskon
Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Jabar Tetap Terima Wisatawan Saat Libur Panjang, Protokol Kesehatan Diperketat

Whats Hot
Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Ada Imbauan Tidak Wisata ke Puncak Saat Libur Panjang, Ini Kata Kadispar Jabar

Whats Hot
Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Air Terjun Sunsa Kompol di Manggarai Barat, Kesegaran di Lereng Gunung Poso Kuwuh

Jalan Jalan
Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Kini, Ada Armada DAMRI ke Pantai Baron dan Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Mendaki Gunung Gede Pangrango Saat Musim Hujan, Ini Panduannya

Travel Tips
Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Benarkah Jepang akan Buka Perbatasan untuk Olimpiade 2021?

Whats Hot
Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Hotel Berusia 100 Tahun di New York Tutup akibat Pandemi Corona

Whats Hot
Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Panduan Harga Tiket Masuk dan Cara Menuju Desa Wisata Cibuntu

Travel Tips
Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Diskon Wisata ke Wisnus, PHRI: Pemikiran Pemerintah yang Out of The Box

Whats Hot
PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X