Festival Budaya dan Kuliner Jepang Terbesar Sedunia Digelar di Blok M

Kompas.com - 11/06/2019, 12:17 WIB
Seorang Cosplay berpose saat acara Ennichisai 2018 di Blok M Square, Jakarta, Minggu (1/7/2018). Ennichisai merupakan festival tahunan yang menampilkan berbagai budaya dan kuliner Jepang, acara ini juga memperingati 60 tahun hubungan antara Jepang dan Indonesia. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang Cosplay berpose saat acara Ennichisai 2018 di Blok M Square, Jakarta, Minggu (1/7/2018). Ennichisai merupakan festival tahunan yang menampilkan berbagai budaya dan kuliner Jepang, acara ini juga memperingati 60 tahun hubungan antara Jepang dan Indonesia.

KOMPAS.com – Festival budaya dan kuliner Jepang bertajuk “Jakarta Little Tokyo Ennichisai” akan digelar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada tanggal 22 hingga 23 Juni 2019. Ennichisai tahun ini merupakan festival ke-10 yang digelar di kawasan Blok M.

Sebanyak 180 booth kuliner dan budaya Jepang akan memeriahkan festival ini. Ketua panitia Little Tokyo Ennichisai, Daisei Takeya menargetkan ada lebih dari 300.000 pengunjung yang akan hadir dalam festival ini.

Daisei menyebut, dalam Ennichiasai tahun ini, para pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Jepang seperti takoyaki, okonomiyaki, ikayaki, ramen, sushi, ringo ame, dan lain sebagainya.

Selain itu ada juga booth yang menyediakan aneka pernak-pernik khas Jepang seperti nekomimi, anime t-shirt, uchiwa, dan lain sebagainya.

Acara kontes origami dibuka oleh Ohayo Jepang usai diresmikan di Festival budaya dan kuliner Jepang Ennichisai 2018, Blok M Square, Jakarta, Minggu (1/7/2018). Kompas.com bekerja sama dengan Karaksa Media Partner dalam menghadirkan panduan perjalanan untuk masyakarat Indonesia yang ingin berwisata ke Jepang dalam situs Ohayo Jepang.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Acara kontes origami dibuka oleh Ohayo Jepang usai diresmikan di Festival budaya dan kuliner Jepang Ennichisai 2018, Blok M Square, Jakarta, Minggu (1/7/2018). Kompas.com bekerja sama dengan Karaksa Media Partner dalam menghadirkan panduan perjalanan untuk masyakarat Indonesia yang ingin berwisata ke Jepang dalam situs Ohayo Jepang.
Tak hanya itu, ada juga tiga panggung yang terdiri dari main stage yang akan menampilkan beragam kebudayaan tradisional Jepang, pop culture stage yang menampilkan budaya pop Jepang seperti cosplay dan lain sebagainya, serta chika stage yang akan digunakan komunitas lokal ujuk kebolehan.

“Ennichisai ini disebut sebagai festival kebudayaan Jepang atau Japan Masturi Internasional terbesar di dunia. Karena ini hanya satu-satunya matsuri di luar Jepang yang akan dikunjungi oleh lebih dari 300.000 orang dari berbagai daerah dalam dua hari,” ujar Daisei ketika ditemui KompasTravel di Blok M, Jakarta Selatan, Senin (10/6/2019).

Daisei menambahkan, Ennichisai tahun ini mengangkat tema persatuan atau unity dalam bahasa Inggris dan danketsu dalam bahasa Jepang.

“Karena melalui festival ini kami ingin menunjukkan dukungan kami untuk Indonesia agar selalu maju dalam persatuan, kesatuan, dan tidak adanya perpecahan karena Ennichisai diselenggarakan untuk ucapan syukur dan kebahagiaan tanpa memandang siapa warga Indonesia atau Jepang, semuanya adalah satu,” kata dia.

Untuk berkeliling di kawasan Ennichisai ini kamu tak akan dikenakan biaya tiket masuk. Jadi bagaimana, tertarik bergabung?

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X