Kompas.com - 13/06/2019, 19:01 WIB
Motor-motor akibat erupsi di Museum Sisa Hartaku KOMPAS.com/NUR ROHMI AIDAMotor-motor akibat erupsi di Museum Sisa Hartaku

KOMPAS.com – Merapi tak pernah ingkar janji, sebuah ungkapan yang kerap dilontarkan ketika membicarakan gunung yang membentang di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini.

Gunung Merapi yang jika dilihat dari kejauhan, seperti halnya jika diamati dari Kali Talang ini memang tampak gagah. Namun siapapun tahu, bahwa dibalik kegagahannya, merapi pernah menorehkan kenangan pilu bagi warga sekitar.

Baca juga: Menyapa Gagahnya Puncak Gunung Merapi di Kali Talang, Klaten

Sebut saja letusan merapi yang pernah terjadi 2010 silam, dalam kejadian tersebut sejumlah korban termasuk sang juru kunci Mbah Maridjan tewas dan rumah-rumah warga banyak yang rusak.

Melongok Keganasan Merapi

Tulisan Merapi Tak PErnah Ingkar Janji di Museum Sisa HartakuKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Tulisan Merapi Tak PErnah Ingkar Janji di Museum Sisa Hartaku
Ada satu tempat yang bisa kamu datangi kala ke Jogja untuk melongok bagaimana keganasan letusan merapi 2010 silam. Tempat tersebut adalah Museum Sisa Hartaku.

Menuju ke tempat ini, jalur yang dilalui wisatawan memang tak mudah. Jika tak menyewa jeep, maka pengunjung bisa mengaksesnya dengan motor namun harus memastikan bahwa kondisi motor benar-benar prima. Pasalnya, medan untuk menuju ke tempat ini menanjak dan berpasir.

Museum Sisa Hartaku adalah museum milik warga yang mengumpulkan harta-hartanya yang tersisa akibat letusan Gunung Merapi. Berada di sana pengunjung bisa melihat ember, gelas, dan berbagai peralatan rumah yang nyaris meleleh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di bagian depan, terdapat hewan yang tinggal tulangnya, serta motor-motor usang yang tinggal rangkanya dengan tulisan menyanyat hati, “Sisa Hartaku”.

Di beberapa sudut, juga tertera  tulisan-tulisan pilu yang mengingatkan tentang keganasan merapi dan bagaimana sedihnya sang pemilik rumah saat semua seolah habis.

Beberapa tulisan juga tersirat mengingatkan kepada pengunjung, bahwasanya harta benda sewaktu-waktu bisa diambil oleh Sang Maha Kuasa.

Jam di Museum Sisa HartakuKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Jam di Museum Sisa Hartaku
Di salah satu bagian ruang, sebuah jam tergantung. Namun jam tersebut tampak seperti bekas terbakar. Jam ini menjadi penanda waktu, pukul berapa terjadinya bencana alam 2010 silam.

Tak seperti museum-museum pada umumnya yang bangunannya berupa gedung, Museum Sisa Hartaku justru berada di lokasi yang sangat apa adanya.

Bertempat di bekas rumah usang bekas keganasan Merapi, museum ini mampu membuat pengunjung merasa ngilu membayangkan kembali bencana yang pernah terjadi.

Museum Sisa Hartaku beralamat di Jalan Petung Merapi, Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman. Jika berkunjung ke tempat ini, pengunjung bisa sekalian mencoba naik jeep, atau mendatangi beberapa tempat wisata di sekitarnya seperti Omahku Memoryku, The Lost World Castle atau Stonehenge.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.