Rumah Adat hingga Gelang Benang, Penangkal Gempa dari Desa Sade Lombok

Kompas.com - 18/06/2019, 08:26 WIB
Warga Desa Sade Kenakan Gelang BenangKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA Warga Desa Sade Kenakan Gelang Benang

KOMPAS.com – Desa Sade merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Mendatangi tempat ini wisatawan akan dibawa untuk melihat lebih dekat tentang kehidupan Suku Sasak yang merupakan suku asli di Lombok.

Pada kunjungan penulis ke Desa Sade sekitar akhir Agustus 2018 silam, penulis sempat melihat beberapa warga, dan anak kecil yang mengenakan gelang putih seperti tali kenur, melingkar di tangan.

Baca juga: 6 Hal Unik dan Hanya Ada di Desa Sade Lombok

Tergerak rasa penasaran, penulis mencoba menanyakan perihal gelang tersebut kepada Amaq Rio, warga Desa Sade yang sekaligus berprofesi sebagai guide di tempat tersebut.

“Gelang ini dipercaya untuk menangkal gempa,” kata Rio.

Ia mengatakan, gelang tersebut merupakan gelang kapas asli yang disebut “tikian”. Gelang ini didapat oleh penduduk dari orang pintar yang ada di desa.

“Tua, muda, besar kecil, semua pakai gelang benang,” ujar Rio.

Rumah-rumah Unik

atap rumah Desa SadeKOMPAS.com/NUR ROHMI AIDA atap rumah Desa Sade

Selain gelang tikian, pada dasarnya Desa Sade memiliki rumah-rumah unik yang masih mempertahankan kearifan lokal.

Baca juga: Kunjungi Lombok dan Yogyakarta, Delegasi China Mengaku Terkesan

Rumah-rumah unik ini menjadi ciri khas desa, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Keunikan rumah Desa Sade, menggambarkan bagaimana warga desa ini berusaha selalu mempertahankan adat di tengah perkembangan zaman.

Menurut Rio, gempa Lombok yang banyak meluluhlantakkan beberapa tempat di Lombok, tidak begitu berpengaruh di Desa Sade. Rumah-rumah di desa ini masih utuh tak mengalami kerusakan meskipun getaran gempa terasa juga kencangnya.

“Bangunan di Desa Sade ini kan masih bisa goyang. Jadi tidak ada rumah yang rusak,” katanya.

Rumah-rumah di Desa Sade Lombok merupakan rumah-rumah sederhana. Berdinding anyaman bambu, berpembatas kayu pada bagian dalam. Memiliki beberapa undakan dan hanya terbagi beberapa fungsi ruang.

Desa ini memili rumah beratap dari alang-alang kering, serta lantai dari tanah liat yang diberi campuran sekam padi.

Keunikan yang lain adalah lantai rumah setiap beberapa waktu dipel menggunakan kotoran kerbau dengan tujuan untuk mengusir serangga, memperkuat lantai dan untuk menghilangkan debu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X