Masuk Tak Lebih dari Rp 5.000, Ini 5 Museum Bersejarah di Jakarta

Kompas.com - 20/06/2019, 17:11 WIB
Museum Fatahillah adalah salah satu objek wisata di kawasan Taman Fatahillah, Jakarta Barat yang menjadi tujuan terpopuler pengunjung di Kota Tua. KOMPAS.com/ RIMA WAHYUNINGRUMMuseum Fatahillah adalah salah satu objek wisata di kawasan Taman Fatahillah, Jakarta Barat yang menjadi tujuan terpopuler pengunjung di Kota Tua.

KOMPAS.com –Banyak yang bilang "Rp 5.000 dapat apa?" Faktanya, dengan biaya tak lebih dari Rp 5.000, kamu bisa mengunjungi museum-museum yang ada di Jakarta.

Menariknya, museum-museum di Jakarta ini merupakan lokasi bersejarah dan sudah ada sejak jaman dahulu.

Nah, pumpung DKI Jakarta sedang berulang tahun, mungkin Kamu bisa menjadikan museum-museum bersejarah ini sebagai pilihan liburan. Hitung-hitung, sekalian menambah wawasanmu tentang Ibu Kota tercinta.

Mana saja museum bersejarah tersebut? Yuk simak ulasannya!

1. Museum Bank Indonesia

Salah satu sudut ruang Museum Bank Indonesia yang atraktif.
KOMPAS.COM/RAI RAHMAN INDRA Salah satu sudut ruang Museum Bank Indonesia yang atraktif.

Museum Bank Indonesia berdiri di sebuah bangunan yang sudah ada sejak zaman kolonial. Di museum ini kamu bisa belajar tentang uang. Dari mulai sejarahnya, perkembangan mata uang di Indonesia, serta bagaimana bentuk-bentuk mata uang di berbagai negara.

Museum Bank Indonesia juga didesain cukup modern. Di dalamnya, terdapat diorama-diorama dengan efek visual yang bercerita juga tentang perkembangan uang.

Tak perlu keluar biaya mahal, datang ke Museum Bank Indonesia, kamu hanya perlu membayar Rp 5.000 saja. Untukmu yang berstatus pelajar/mahasiswa, bahkan gratis untuk masuk kemari.

Museum ini berada di kawasan Kota Tua. Dari lantai atas museum ini, kamu bisa pula menikmati, bangunan-bangunan instagramable lain ala Kota Tua.

2. Museum Sejarah Jakarta

Wisatawan menikmati suasana di kompleks Museum Fatahillah saat liburan Idul Fitri 1439 H di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (16/6/2018). Museum Fatahillah adalah salah satu objek wisata di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat yang menjadi tujuan terpopuler pengunjung diantara tempat wisata Kota Tua lainnya.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Wisatawan menikmati suasana di kompleks Museum Fatahillah saat liburan Idul Fitri 1439 H di Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (16/6/2018). Museum Fatahillah adalah salah satu objek wisata di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat yang menjadi tujuan terpopuler pengunjung diantara tempat wisata Kota Tua lainnya.

Museum Sejarah Jakarta atau yang kerap disebut Museum Fatahillah merupakan museum yang populer. Bangunan museum itu berdiri megah di tengah-tengah Taman Fatahillah yang berdiri sejak 1712 sebagai Balai Kota Batavia.

Museum itu berisi bekas ruang-ruang pemerintahan pada masa Belanda dan mebel–mebel tua yang diabadikan dalam lemari, serta penjara bawah tanah.

Sama dengan Museum Bank Indonesia, museum ini sama-sama berada di Kawasan Kota Tua Jakarta. Untuk masuk ke museum ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp 5.000.

Museum ini beralamat di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota, Jakarta Barat.

3. Museum Bahari

Museum Bahari kembali dibuka Selasa (23/1/2018)Kompas.com/Setyo Adi Museum Bahari kembali dibuka Selasa (23/1/2018)
Museum ini berlokasi di Jalan Pasar Ikan nomor 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Museum Bahari memiliki sejarah perjalanan panjang. Mulai dari zaman VOC bangunannya itu sempat dijadikan gudang rempah, hingga kini memuat berbagai koleksi kemaritiman dari berbagai daerah di Indonesia.

Banyak sekali kelebihan museum ini yang tercatat dalam sejarah. Diantaranya menjadi tembok warisan VOC terakhir di Nusantara. Juga ragam koleksinya yang paling lengkap soal kemaritiman dari Sabang sampai Merauke.

Jika ingin berkunjung ke museum ini Kamu hanya perlu membayar Rp 5.000.

4. Museum Kebangkitan Nasional

Bangsal tidur asrama mahasiswa kedokteran di Gedung STOVIA. Kini, gedung tersebut menjadi Museum Kebangkitan Nasional.KOMPAS/WINDORO ADI Bangsal tidur asrama mahasiswa kedokteran di Gedung STOVIA. Kini, gedung tersebut menjadi Museum Kebangkitan Nasional.

Dulunya museum ini merupakan bekas sekolah kedokteran STOVIA pada zaman penjajahan Belanda. Ada banyak budi pekerti dan pelajaran yang bisa dipetik ketika mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional. Salah satunya mengenai perjuangan organisasi pemuda saat itu.

Museum Kebangkitan Nasional memiliki enam ruangan yang memiliki karakteristik masing-masing. Keenam ruangan tersebut yakni, Ruang Pameran, Asrama, Ruang Kedokteran Stovia, Ruang Perkenalan, Ruang Awal Kesadaran, dan Ruang Pegerakan Nasional.

Untuk harga tiket masuk adalah Rp 2.000 untuk dewasa, dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Museum ini beralamat di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26, Jakarta Pusat.


5. Museum MH. Thamrin

Museum Thamrin, museum yang menampilkan memorabilia atas pahlawan asal Betawi, Mohammad Husni Thamrin.KOMPAS.com/NICKY AULIA WIDADIO Museum Thamrin, museum yang menampilkan memorabilia atas pahlawan asal Betawi, Mohammad Husni Thamrin.

Museum MH Thamrin terletak di Jl. Kenari II no 15, Jakarta Pusat. Museum ini berada di dalam bangunan milik MH Thamrin.

Bangunan ini dulunya bekas rumah pemotongan hewan dan gudang buah impor yang  sengaja dibeli MH Thamrin untuk tempat berkumpul para pemuda saat memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Di dalam bangunan itu konsep Sumpah Pemuda dibahas. Di situ juga diselenggarakan pertemuan-pertemuan yang membahas dan menyusun strategi perjuangan para pemuda.

Untuk masuk ke dalam museum pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 5.000.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X