Urusan Wisata, Turis Kamboja hanya Kenal Bali, Yogyakarta, dan Jakarta

Kompas.com - 22/06/2019, 22:00 WIB
Ilustrasi: Seorang wisatawan tengah berada di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali (Sabtu/15/2016). Pantai Sindhu masih berada di garis Pantai Sanur. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOIlustrasi: Seorang wisatawan tengah berada di Pantai Sindhu, Sanur, Denpasar, Bali (Sabtu/15/2016). Pantai Sindhu masih berada di garis Pantai Sanur.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng mengatakan turis asal Kamboja belum banyak mengenal destinasi wisata di Indonesia. Faktor konektivitas antara Kamboja - Indonesia disebut menjadi penyebab kurangnya minat turis Kamboja untuk berlibur ke Indonesia.

"Turis Kamboja memang masih terbatas (kenal) yaitu Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Beberapa sudah mengenal Sumatera dan Solo tapi masih terbatas," kata Haseng di sela-sela acara Inagural Flight Citilink Rute Jakarta - Phnom Penh di Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja, Jumat (21/6).

Menurutnya, turis Kamboja yang ingin ke Indonesia masih harus transit hingga 4 jam untuk bisa tiba di Jakarta. Salah satu rute yang biasa ditempuh turis Kamboja bila ingin ke Jakarta seperti dari Vietnam.

"Seperti dari Saigon, aksesnya itu naik pesawat ATR baling-baling. Jadi harus transit di Vietnam," tambahnya.

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng saat bertemu wartawan di sela-sela acara KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Sudirman Haseng saat bertemu wartawan di sela-sela acara

Meski sebelumnya belum ada konektivitas langsung, tren kunjungan turis Kamboja ke Indonesia mengalami peningkatan. Haseng menyebut ada peningkatan kunjungan turis Kamboja sebesar 28 persen pada tahun 2018.

"Dari sisi peningkatan prosentase, tahun lalu meningkat 28 persen, dari 5.000 menjadi 8.000. Memang dari segi jumlah memang masih kecil, tapi segi prosentase relatif meningkat sangat signifikan. Semoga dengan adanya Citilink, pengetahuan mereka (turis Kamboja) tentang Indonesia bisa meningkat," tambahnya.

Adapun turis Kamboja yang ke Indonesia meliputi generasi muda gemar ke Bali untuk urusan bulan madu. Selain itu, turis Kamboja menganggap Bali dan Jakarta sebagai tempat yang berkelas untuk dikunjungi.

Pada Jumat (21/6), maskapai Citilink Indonesia membuka rute penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta ke Bandara Internasional Phnom Penh Kamboja. Penerbangan ke Kamboja hadir tiga kali seminggu yaitu Senin, Rabu, dan Jumat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X