7 Profesi yang Hilang Seiring Modernisasi Jakarta

Kompas.com - 23/06/2019, 11:08 WIB
Pengojek sepeda ontel di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (28/5/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIPengojek sepeda ontel di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (28/5/2018).

4. Tukang susu

Pada 1950-an, orang Betawi banyak beternak sapi perah tepatnya di kampung daerah Senayan, Kuningan, dan Petamburan. Untuk itu, setiap pagi biasanya mereka naik sepeda membawa susu segar untuk dijual di daerah Pasar Tanah Abang atau mengantar langsung ke pelanggan.

Kebersihan susu segar ini disebutkan terjamin, lantaran selalu ada pemeriksaan berkala baik di peternakan maupun saat para pedagang susu segar ditemui di jalan. Pada akhirnya beternak sapi segar sudah tidak memungkinkan.

Perkampungan daerah Senayan digusur era 1960-an untuk pembangunan komplek Gelora Bung Karno. Pada 1970-80an, giliran daerah Kuningan dan Petamburan yang kena gusur untuk pembangunan gedung perkantoran.

Meskipun pada 1980-an, ada 50 peternak sapi perah yang direlokasi di Pondok Rangon, Jakarta Timur. Namun susu tak lagi dijual langsung ke konsumen, tetapi dikumpulkan oleh koperasi.

5. Tukang obat

"Ngomong lu jago kayak tukang obat," kalimat celaan itu terkenal di kalangan warga Jakarta dahulu. Bukan tanpa alasan, sebab dahulu di Jakarta ada banyak tukang obat yang menjual obat untuk berbagai khasiat.

Biasanya mereka berjualan obat di daerah Pasar Tanah Abang, Pasar Karet, atau Jalan Sudirman. Cara berjualan obatnya terbilang seru, ada atraksi dari sulap sampai akrobat. Biasanya mereka akan meminta kesediaan penonton untuk menjadi kelinci percobaan saat atraksi, meskipun banyak yang skeptis penonton tersebut sudah dibayar sebelumnya.

Obat yang dijual rata-rata diklaim dari aneka potongan hewan dan tumbuhan yang dipercaya berkhasiat. Sekarang semakin banyak orang yang membeli obat pabrik yang pasti di apotek atau toko obat.

6. Afdruk (cetak film) dan tukang foto keliling

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Dampak Virus Corona, Wisatawan Nusantara di Lombok Melejit Sampai 70 Persen

Whats Hot
Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Doyan Makan Ikan? Coba Restoran Sashimi All You Can Eat di Tokyo

Promo Diskon
Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Singapura Prediksi Penurunan Wisatawan hingga 30 Persen akibat Virus Corona

Whats Hot
Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Imbas Virus Corona, Singapura Kehilangan 20.000 Wisatawan Setiap Hari

Whats Hot
Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Jalan Jalan
Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Dampak Virus Corona, Kyoto Kampanye Pariwisata Sepi untuk Pikat Wisatawan

Whats Hot
Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Contek Itinerary 'Dare To Surpries S2 Eps. 1' Dari Sushi ke Burger Susun

Jalan Jalan
Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Resep dan Cara Membuat Smash Burger di Rumah

Makan Makan
4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

4 Makanan Murah Meriah Sekitar Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Mulai Rp 20.000

Makan Makan
Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Praktisi Pariwisata: Dibanding Promo Wisata ke Luar Negeri, Lebih Baik Incar Wisnus Milenial

Whats Hot
Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Wisman Negara Tetangga Bisa Bantu Pariwisata Indonesia karena Corona

Whats Hot
Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Rangkaian Acara Hari Raya Galungan, Sembahyang hingga Mengarak Barong

Jalan Jalan
Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Ngejot, Tradisi Lintas Keyakinan di Bali yang Sarat Makna

Jalan Jalan
Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Tradisi Ngelawar, Cerminan Eratnya Masyarakat Bali

Makan Makan
Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Dampak Wabah Corona, Insentif Sektor Pariwisata Ditetapkan Minggu Ini

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X