14 Bioskop di Jakarta yang Terkenal Tahun 1950-an

Kompas.com - 23/06/2019, 12:10 WIB
Danny Mulyana, proyeksionis Bioskop Mulia Agung Theater berada di kamarnya di samping ruangan Grand 1, Bioskop Mulia Agung, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019). Danny Mulyana (48), sosok proyeksionis yang setia merawat proyektor analog milik bioskop yang pernah berjaya pada era 1980an tersebut. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGDanny Mulyana, proyeksionis Bioskop Mulia Agung Theater berada di kamarnya di samping ruangan Grand 1, Bioskop Mulia Agung, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019). Danny Mulyana (48), sosok proyeksionis yang setia merawat proyektor analog milik bioskop yang pernah berjaya pada era 1980an tersebut.

KOMPAS.com – Bioskop masih menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jakarta. Meski kini tayangan film di internet dan TV kabel sudah sangat beragam, namun bioskop masih menjadi salah satu tempat hiburan pilihan.

Tak salah jika saat ini bioskop dapat kita temui dengan mudah di Jakarta, salah satunya pusat-pusat perbelanjaan. Namun taukah kamu,budaya menonton bioskop di Jakarta telah berlangsung sejak berpuluh-puluh tahun lalu.

Dalam bukunya yang berjudul "Jakarta 1950-1970", Firman Lubis menyebut pada sekitar tahun 1950-an, bioskop-bioskop besar mulai tumbuh di Jakarta.

“Para remaja di Jakarta umumnya sering berkumpul dan banyak ditemui di bioskop-bioskop pada tahun 1950-an. Jumlah bioskop pada waktu itu belum banyak. Kebanyakan peninggalan zaman Belanda,” ujar Firman dalam buku yang terbit pada tahun 2018 tersebut.

Berikut bioskop-bioskop terkenal di Jakarta pada tahun 19d0-an:

  1. Bioskop Menteng, kini menjadi komplek pertokoan dan hotel. Lokasi tepatnya di Jalan H.O.S Cokroaminoto, di samping kawasan bekas lapangan Persija atau Taman Menteng sekarang.
  2. Metropole yang terletak di Jalan Diponegoro. Bioskop ini kemudian berganti nama menjadi Megaria pada saat ramainya aksi ganyang budaya barat di saat pemerintahan Bung Karno.
  3. Garden Hall. Terletak di kompleks kebun binatang Cikini. Podium bioskop berada di sebelah garden hall.
  4. Astoria di Pintu Air, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  5. Capitol di Pintu Air, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  6. Grand yang terletak di sudut Kramat-Senen.
  7. Globe yang terletak di Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  8. Cathay yang terletak di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  9. Thalia di kawasan Kota, Jakarta Barat.
  10.  Orion di Glodok, Jakarta Barat.
  11.  Rex di Senen, Jakarta Pusat.
  12.  Rialto di Senen, Jakarta Pusat.
  13.  Rivoli di Jalan Kramat Raya yang khusus memutar film India.
  14.  Majestic di Kebayoran Baru.

Firman mengatakan, karena merupakan peninggalan Belanda, maka nama-nama bioskop tersebut masih menggunakan istilah asing.

Dari 14 bioskop terkenal di Jakarta saat itu, lanjut Firman, yaitu bioskop Menteng, Metropole, dan Garden Hall merupakan yang terbaik.

“Karena bioskop 21 yang cukup mewah belum ada saat itu, baru muncul setelah 1980-an. Apalagi Blitz Megaplek, baru tahun 2000-an,” sebut Firman.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X