4 Hal Seputar Turbulensi Pesawat yang Perlu Kamu Tahu

Kompas.com - 24/06/2019, 17:09 WIB
Awak kabin Garuda Indonesia, melayani penumpang pesawat dalam penerbangan Jakarta-Balikpapan, Jumat (7/12/2018). Garuda Indonesia meluncurkan layanan penerbangan bernuansa klasik bertajuk Garuda Indonesia Vintage Flight Experience dari tanggal 7-17 Desember 2018 KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESAwak kabin Garuda Indonesia, melayani penumpang pesawat dalam penerbangan Jakarta-Balikpapan, Jumat (7/12/2018). Garuda Indonesia meluncurkan layanan penerbangan bernuansa klasik bertajuk Garuda Indonesia Vintage Flight Experience dari tanggal 7-17 Desember 2018

Karena pengendali lalu lintas udara tahu di mana pesawat berada, bangun turbulensi cukup langka. Yang lebih umum adalah turbulensi karena udara bersih atau awan.

2. Apa yang harus kamu lakukan saat pesawat turbulensi?

Sebenarnya pesawat dirancang untuk dapat menahan turbuensi. Jika kamu perhatikan, sayap pesawat akan bergerak naik dan turun apabila gelombang udara terjadi.

Jadi tips pertama adalah, jangan panik.

Awak kabin telah dilatih untuk membuat kamu seaman mungkin. Jadi jangan melanggar jika mereka memerintahkanmu untuk tetap berada di tempat dudukmu saat turbulensi terjadi.

Yang tak kalah penting adalah selalu kenakan sabuk pengaman. Kemudiakan pastikan juga orang di sekitarmu telah menggunakan sabuk pengamannya dengan benar.

Untuk menjaga keamanan orang lain, jangan sekali-kali meletakkan barang pribadi di sekitar kursi. Jika turbulensi terjadi barang-barang bisa saja bergerak mengikuti arah pesawat dan berpotensi melukai orang lain.

3. Benarkah semakin hari turbulensi pesawat akan semakin sering terjadi?

Jika itu pertanyaannya, maka jawabannya adalah “ya’. Dengan perubahan iklim saat ini, maka cuaca ekstrem berpotensi lebih sering terjadi. Hal ini membuat kemungkinan peningkatan turbulensi selama penerbangan akan terjadi  selama beberapa dekade mendatang.

Namun, jangan terlalu khawatir sekarang. Hal itu diprediksi akan terjadi mulai sekitar tahun 2050.

Selain itu, menurut data, ada lebih dari seratus ribu penerbangan dalam sehari dan sebagian besar di antaranya lancar.

4. Apa yang dilakukan pesawat dan pilot untuk mengurangi turbulensi?

Saat ini teknologi peramalan turbulensi pesawat dan sistem pelaporan turbulensi oleh pilot semakin meningkat. Hal ini akan membuat awak kabin lebih cepat menginformasikan terkait turbulensi dan segera melakukan prosedur-prosedur keamanan.

Di masa depan, kamu mungkin akan melihat sensor otomatis di pesawat yang memasukkan data kembali ke algoritme besar yang akan memberikan informasi lebih baik mengenai di titik mana kita akan mengalami turbulensi.

Tak hanya itu, para ilmuwan juga tengah mencari cara untuk mengurangi dampak turbulensi tersebut. Salah satu opsi di masa depan adalah biomimikri, atau meniru yang dilakukan burung saat terbang.

Ujung sayap albatros, misalnya, akan mengepak bebas ke atas dan ke bawah. Itu mungkin terlihat sangat aneh untuk pesawat, tetapi ini bisa saja terjadi di masa depan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X