Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Hanya Cantik, Ini 5 Fakta Embun Es yang Selimuti Dieng

Kompas.com - 24/06/2019, 22:04 WIB
Nur Rohmi Aida,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Fenomena embun es yang melanda Dieng terutama di sekitar komplek Candi Arjuna menjadi perhatian warganet dan wisatawan. Selain langka, embun es yang menyelimuti Dieng memang terlihat cantik.

Namun sebagai wisatawan yang baik, sebaiknya jangan hanya tahu tentang embun es yang cantik. Tapi ketahui pula beberapa fakta seputar embun es yang selimuti wilayah Dieng.

1. Mengancam Petani

Dibalik kecantikan embun es yang menarik para wisatawan, rupanya embun es menjadi ancaman tersendiri bagi petani.

Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono mengatakan embun es cukup tebal menyelimuti lahan pertanian kentang milik warga yang tidak jauh dari kompleks Candi Arjuna. Kondisi tersebut berpotensi mematikan tanaman kentang yang ditanam warga.

"Mei mulai ada bun upas (embun es), tapi tipis. Belum sampai berdampak ke lahan pertanian. Tadi pagi mulai merambah ke tanaman kentang," kata Slamet saat dihubungi, Senin (24/06/2019).

Menurut Slamet, lahan tanaman kentang yang terdampak embun es seluas lima hektar dari total 15 hektar perkebunan yang ada di sekitar Candi Arjuna. Menurutnya, tanaman kentang yang terkena embun es akan layu. Selanjutnya tanaman kentang akan mengering dan mati.

2. Puncaknya di Bulan Agustus

Fenomena embun membeku menjadi es di kawasan dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, muncul pada saat peralihan musim hujan ke kemarau. Puncak musim kemarau diperkirakan sekitar bulan Agustus.

"Di Dieng memang acap kali muncul, terutama di musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau dan juga pada puncak musim kemarau. Diprediksi puncaknya pada Agustus," kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie melalui keterangan tertulis, Sabtu (18/5/2019).

3. Fenomena Tersebut Disebut Frost

Embun membeku menjadi es di komplek Candi Arjuna Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019) pagi.KOMPAS.com/DOK DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN BANJARNEGARA Embun membeku menjadi es di komplek Candi Arjuna Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019) pagi.

Embun beku di Dieng disebut dengan frost, yaitu uap air yang membeku. Setyoajie menjelaskan fenomena frost yang muncul di Dieng salah satunya dipengaruhi oleh kondisi topografi lokal Dieng.

Menurutnya, beberapa tempat yang berada pada ketinggian, terutama di daerah pegunungan, diindikasikan akan berpeluang untuk mengalami kondisi udara permukaan kurang dari titik beku 0 derajat celcius,

Hal itu, kata Setyoajie, disebabkan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dari pada dataran rendah sehingga sangat cepat mengalami pendinginan. Khususnya pada saat cuaca cerah tidak tertutup awan atau hujan.

Dampaknya adalah uap air di udara akan mengalami kondensasi pada malam hari dan kemudian mengembun untuk menempel jatuh di tanah, dedaunan atau rumput.

Fenomena frost oleh masyarakat sekitar disebut dengan "bun upas".

4. Persiapkan Beberapa Hal Untuk Melihatnya

Embun es muncul di kompleks Candi Arjuna Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019).KOMPAS.com/DOK UPT PENGELOLAAN OBYEK WISATA BANJARNEGARA Embun es muncul di kompleks Candi Arjuna Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (24/6/2019).

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com